34 Pelaku UMKM di Klungkung Dapat Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

WAKIL Bupati Klungkung, I Made Kasta, membuka kegiatan bimbingan teknis/sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko di Hotel Banjarangkan, Klungkung, Kamis (12/5/2022). Foto: ist

KLUNGKUNG – Wakil Bupati (Wabup) Klungkung, I Made Kasta, minta kepada peserta untuk memanfaatkan bimbingan teknis/sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko untuk menambah wawasan. Juga untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan bangunan dan lingkungan guna mengurangi dampak negatif segala macam aktivitas usaha.

Pesan itu disampaikan saat sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko di Hotel Banjarangkan, Klungkung, Kamis (12/5/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wabup Kasta menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Sosialisasi menyampaikan mengenai kebijakan penanaman modal yang menjadi pedoman dan acuan bagi pelaku usaha, dalam menjaga kinerja perusahaan guna meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi.

Juga terciptanya kemandirian dan kualitas tata kelola berusaha yang profesional bagi para pelaku usaha. “Semoga melalui acara ini dapat tercipta peningkatan iklim investasi yang kondusif, dan peningkatan pemberdayaan UMKM dapat segera terwujud,” imbuh Kasta.

Kepala Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Klungkung, Made Sudiarka Jaya, selaku Ketua Panitia melaporkan, bimbingan teknis dan sosialisasi menggunakan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Investasi dengan nilai Rp379,175 juta.

Agenda kegiatan meliputi pengawasan, bimbingan teknis dan sosialisasi, serta kegiatan memfasilitasi permasalahan yang terjadi terkait izin tempat usaha milik peserta kegiatan. 34 peserta kegiatan merupakan pelaku UMKM Klungkung.

Baca juga :  Awas Rentan Tertular Covid-19, Ini Tips Bagi Penyandang PTM

Melalui momentum pemulihan ekonomi nasional, jelasnya, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja berupaya memberi kemudahan kepada pelaku UMKM dalam melaksanakan kegiatan usaha.

Dasar pemikiran untuk kebijakan perizinan berusaha adalah dengan penerapan pendekatan berbasis risiko (Risk Based Approach/RBA) dan penerapan prinsip “Trust but verify” atau percaya dengan memverifikasi.

Prinsip trust atau percaya yang dimaksud adalah perubahan kerangka berpikir (mindset) pemerintah terhadap para pelaku usaha. Sementara verify adalah melakukan evaluasi kegiatan operasional usaha dalam bentuk pelaksanaan pengawasan.

Dalam melakukan pengawasan juga memperhatikan aspek tata ruang, bangunan, dan pengelolaan lingkungan. “Para pelaku UMKM harus memiliki rasa perhatian dengan lingkungan sekitar tempat usahanya,” pesan Sudiarka Jaya.

Dalam acara tersebut, hadir dua narasumber yakni akademisi ahli arsitektur Ngakan Ketut Acwin Dwijendra yang membawakan materi mengenai implementasi perizinan berbasis risiko terkait tata ruang dan bangunan; juga akademisi ahli perencanaan wilayah dan lingkungan, Mohammad Dieng Mahardika, dengan materi implementasi perizinan berbasis risiko terkait lingkungan. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.