BANGLI – Kondisi infrastruktur jalan di Bangli beberapa bulan terakhir mulai rusak akibat digerus air hujan. Kebanyakan yang rusak adalah dinding penahan tanah (DPT), yang jebol di sejumlah ruas jalan dengan titik kerusakan mencapai 32 titik. Jika tidak segera mendapat penanganan, kerusakan niscaya tambah parah.
Kepala Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Suastika, Jumat (16/4/2021) mengatakan, kerusakan pelindung jalan tersebar di empat kecamatan. Yang terbanyak di Kecamatan Kintamani sebanyak 12 titik, Kecamatan Bangli ada delapan titik, Kecamatan Susut (8) dan Kecamatan Tembuku (4).
Kemungkinan masih ada kerusakan lain yang belum diverifikasi. “Berdasarkan laporan sementara, jumlah kerusakan DPT di 32 titik kami prediksi bertambah karena hujan masih akan terjadi,“ jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, penyebab kerusakan akibat adanya alih fungsi lahan dan usia DPT yang sudah lama. Sementara perbaikan kerusakan mengacu skala prioritas, yakni melihat kerusakan dan mobilitas masyarakat.
Dari hasil kajian sementara, terangnya, ada delapan titik yang harus segera mendapat penanganan. Antara lain ruas jalan Selati-Talangjiwa, Bebalang-Tegal, dan Batur-Bubung Kelambu.
Khusus perbaikan di ruas jalan Tambahan-Tegalalang, Selati Talangjiwa dan Serokadan- Apuan Kaja, jelasnya, Dinas PUPR mengajukan proposal perbaikan ke Dinas PUPR Provinsi Bali.
Sementara perbaikan DPT lainnya, termasuk jalan Tamanbali-Sidawa, menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang akan dibahas dalam APBD Perubahan. “Kami sudah mengajukan usulan, keputusan ada pada pembahasan antara DPRD Bangli dengan eksekutif terkait APBD Perubahan nanti,” pungkasnya. gia
























