BULELENG – Untuk dapat mewujudkan program bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran, maka diperlukan data kemiskinan yang valid, obyektif, mutakhir, serta yang realistis terhadap fakir miskin dan masyarakat tidak mampu melalui Buleleng satu data kesejahteraan sosial dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng, Putu Kariaman Putra, mengatakan, data yang valid serta realistis merupakan barometer dari pelaksanaan program pemerintah khususnya tentang kesejahteraan sosial sehingga tepat sasaran.
Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi seluruh stakeholder jntuk mewujudkan Buleleng satu data kesejahteraan sosial.
‘’Buleleng satu data ini sudah kami skemakan dan polakan dengan membentuk Peraturan Bupati dan membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) DTKS. Dalam tim ada unsur kejaksaan, kepolisian, OPD terkait guna memetakan hasil musyawarah desa,’’ kata Kariaman Putra.
Dalam Permensos RI No. 3 Tahun 2001, penguatan data melalui musyawarah desa harus didorong hasilnya berupa berita acara hasil tingkat kelayakan verifikasi dan validasi data ke DTKS. Hanya saja masih ada indikasi data itu belum realistis. Nantinya tim akan terjun ke lapangan bersama pemerintah Desa, Kecamatan dan pendamping program dari Kemensos dan internal.
‘’Hasil pemetaan akan disesuaikan antara jumlah penduduk, DTKS, program diterima apa sudah sesuai dengan kriteria. Inilah di monev ke 148 desa dan kelurahan akan dicek sekiranya tidak sesuai kriteria lalu diambil langkah pengecekan lokasi lalu diverifikasi tingkat kelayakan datanya. Tim tentunya akan kami lakukan pembinaan,’’ ujar Kariaman Putra.
Untuk itu, Kariaman berharap, saat pemuktahiran data oleh perbekel atau lurah betul-betul dilaksanakan verifikasi, pengecekan tingkat kelayakan masing-masing warga masyarakat yang diajukan ke DTKS atau program penerima manfaat agar tepat sasaran seperti ODGJ, sakit kronis, disabilitas, sebatang kara, kategori tidak mampu itu di nomor satukan.
‘’Pemutakhiran dari Desa Kelurahan sangat penting, tidak selamanya masyarakat itu miskin. Mungkin ekonominya sudah meningkat, ada sudah meninggal atau pindah. Jadi pengecekan di lapangan ino sangat penting. Inilah muara dari Buleleng satu data kesejateraan sosial agar data betul-betul valid,’’ pungkas Kariaman Putra. rik























