Perkuat Sinergi Pencegahan Kekerasan Anak, DP3AP2KB Gianyar Dorong Peran Aktif Masyarakat

PERTEMUAN Koordinasi Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat DP3AP2KB Gianyar dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, TPPO, ABH, serta perkawinan anak, Senin (10/8/2026). Foto: ist
PERTEMUAN Koordinasi Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat DP3AP2KB Gianyar dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, TPPO, ABH, serta perkawinan anak, Senin (10/8/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar menggelar pertemuan koordinasi dan kerja sama lintas sektor, Senin (10/8/2026). Forum pemberdayaan masyarakat ini difokuskan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), serta pencegahan perkawinan anak. Kegiatan strategis ini melibatkan jajaran perangkat daerah, perwakilan kecamatan, desa, kelurahan, hingga Forum Anak Daerah (FAD) se-Kabupaten Gianyar.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Gianyar, AA Sri Sruti Sundari, menegaskan, anak merupakan aset dan penentu kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemenuhan hak serta perlindungan anak wajib menjadi perhatian kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. “Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan program Kabupaten Layak Anak dan membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak di tingkat desa maupun kelurahan,” ujarnya.

Read More

Sundari membeberkan, Kabupaten Gianyar sukses mengamankan predikat Nindya pada pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2024. Pihaknya kini membidik peningkatan capaian ke jenjang yang lebih tinggi, yakni predikat Utama hingga predikat puncak Kabupaten Layak Anak.

Guna mengejar target tersebut, Sundari menekankan krusialnya penguatan peran masyarakat melalui perawat nilai-nilai adat, budaya, serta semangat gotong royong. Aparat desa dan tokoh adat didorong mengintegrasikan indikator KLA dalam kegiatan kemasyarakatan, serta aktif melaporkan potensi kasus kekerasan di lingkungannya.

“Kegiatan pemberdayaan dan penggerakan masyarakat hari ini sangat strategis untuk menyatukan langkah serta memperkuat sinergi pemerintah desa dan kabupaten dalam mencegah kekerasan anak. Kita harus menyediakan ruang tumbuh yang positif bagi mereka,” tegas Sundari.

Melalui komitmen lintas sektor ini, Pemkab Gianyar optimistis seluruh wilayah desa mampu mentransformasi diri menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak. Sinergi yang solid diharapkan memangkas angka kekerasan sekaligus mengokohkan ketahanan keluarga di Kabupaten Gianyar. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.