Wabup Sanjaya Upayakan Pemulihan Ekonomi Kerakyatan

  • Whatsapp
Foto: WABUP SANJAYA WABUP Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyempatkan memberi pakan kera, saat berkunjung ke DTW Alas Kedaton, Minggu (23/8). Foto: gap
Foto: WABUP SANJAYA WABUP Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyempatkan memberi pakan kera, saat berkunjung ke DTW Alas Kedaton, Minggu (23/8). Foto: gap

TABANAN – Wabup Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyoroti pentingnya pemulihan ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, hal itu penting dilakukan, setelah lima bulan diterjang pandemi Covid-19 pada tahun ini.

Dikatakan, kondisi tersebut membuat semua sektor terdampak. “Sektor perekonomian masyarakat pun ikut terimbas dari dampak pandemi tersebut,” ungkap Sanjaya, saat mengunjungi DTW Alas Kedaton, di Desa Kukuh, Marga, Minggu (23/8).

Bacaan Lainnya

Di Tabanan, lanjutnya, sebagian besar masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, pariwisata, dan UKM, membuat kondisi seperti itu sangat tidak berpihak. Terlebih dengan penutupan sektor pariwisata, yang membuat hasil pertanian dan UKM masyarakat tidak terserap.

Sementara Sanjaya bersama rombongan menyempatkan diri melakukan berbagai kegiatan di DTW tersebut. Mulai dari melakukan tracking di sekitar kawasan Alas Kedaton, mencoba wahana yang ada di sana, dan memberi pakan kera penghuni Alas Kedaton. Selain itu, mereka juga mencicipi kuliner lokal khas DTW Alas Kedaton, yakni nasi bubuh buatan Men War.

‘’Dengan pemulihan sektor pariwisata, maka otomatis sektor pertanian dan UKM pun kembali bergairah,” tukas Sanjaya.
Dia mengatakan, bahwa semua DTW yang ada di Kabupaten Tabanan sudah sangat layak dikunjungi masyarakat pecinta alam dan penghobi olahraga, termasuk kuliner khas. Disebutkan, DTW Alas Kedaton sudah memenuhi persyaratan standar protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 di Karangasem Baru Pulang dari Pesiar

‘’Terlebih Alas Kedaton selain memiliki alam yang indah dan asri, dengan hewan ciri khas kera, juga terdapat wahana flying fox, sepeda udara, ayunan besar tradisional, kalong, dan Pura Cagar Budaya,’’ ucapnya.

Sementara Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, juga mengenalkan kearifan lokal masyarakat Desa Kukuh. “Ketika ada pohon tumbang, masyarakat kami tidak ada yang mengambil untuk kayu bakar. Kayu itu kita biarkan sampai lapuk di tengah hutan. Itu menandakan bahwa komitmen kami terhadap pelestarian hutan sangat kuat,” ujarnya.

Dengan menggunakan dana desa, pihaknya membangun ayunan besar tradisional, wahana flying fox, dan sepeda udara. “Ayo, silakan berkunjung ke Alas Kedaton. Tidak hanya melihat kera, tapi juga ada wahana baru,” imbuh Sugianto, sambil mempromosikan DTW Alas Kedaton. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.