Transmisi Lokal Meningkat, GTPP Ingatkan Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Dewa Made Indra. Foto: ist
SEKDA Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewa Made Indra. foto: ist

DENPASAR – – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan data terbaru per Minggu (28/6) dengan jumlah kumulatif pasien positif 1.414 orang atau bertambah 45 orang WNI. “Seluruhnya dikarenakan transmisi lokal,” tegasnya.

Lebih lanjut Dewa Indra, yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali ini menyampaikan jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 771 orang atau bertambah 20 orang. “Adapun rinciannya terdiri dari 1 WNA (transmisi lokal) dan 19 WNI, terdiri dari 1 orang PMI dan 18 orang transmisi lokal,” jelasnya.

Ditambahkannya, Minggu kemarin juga tercatat jumlah pasien yang meninggal bertambah 2 orang WNI dari transmisi lokal, sehingga total kumulatif pasien yang meninggal berjumlah 13 orang dengan rincian 11 WNI dan 2 WNA. Pada kesempatan tersebut, Dewa Indra juga menyampaikan jumlah pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 630 orang yang dirawat di 11 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering.

Baca juga :  PENA NTT Bentuk Tim Transisi

Terkait transmisi lokal yang terus meningkat, Ketua Harian GTPP Covid-19 ini tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu disiplin pakai masker, rajin cuci tangan di air mengalir atau gunakan penyanitasi tangan (hand sanitizer) dan selalu jaga jarak.

GTPP Covid-19 Provinsi Bali terus memperketat pintu masuk ke Bali, baik melalui jalur darat, laut maupun udara. Satpol PP bersinergi dengan Dinas Perhubungan, Diskominfos, TNI, Polri dan pecalang memastikan semua pendatang ke Bali telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan.

GTPPCovid-19 Provinsi Bali juga terus melaksanakan sosialisasi dan pembinaan menyasar ke pedagang-pedagang di pasar tradisional. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang akhir-akhir banyak terjadi dipasar tradisional. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.