Tradisi Dulangan Hampir Punah, Desa Seraya, Karangasem Kembali Gelar Festival

DESA Adat Seraya, Karangasem kembali menggelar kegiatan Seraya Culture Fest sebagai wahana pelestarian tradisi di Desa Adat Seraya melalui tradisi Gebug Ende Seraya. Foto: ist
DESA Adat Seraya, Karangasem kembali menggelar kegiatan Seraya Culture Fest sebagai wahana pelestarian tradisi di Desa Adat Seraya melalui tradisi Gebug Ende Seraya. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Desa Adat Seraya, Karangasem kembali menggelar kegiatan Seraya Culture Fest sebagai wahana pelestarian tradisi di Desa Adat Seraya melalui tradisi Gebug Ende Seraya. Tradisi ini dipercaya secara turun-temurun sebagai ritual memohon hujan.

Ketua Panitia Festival, I Made Suartama, menjelaskan, kegiatan ini juga jadi ajang promosi pariwisata, pengembangan ekonomi wisata, serta UMKM di Karangasem. “Event ini digelar sejak lama, tapi baru dikemas selama tiga tahun terakhir untuk dijadikan event tahunan setiap bulan Oktober, bertepatan dengan usaba di Pura Puseh Desa Adat Seraya,” paparnya, Minggu (1/10/2023).

Read More

Mengusung konsep Hita Karana, Suartama berujar karena pelaksanaan Gebug Ende Seraya berkaitan dengan tiga unsur yakni parahyangan. Gebug Ende disakralkan sebagai pelengkap rangkaian upacara Usaba Kaja. Pawongan, Gebug Ende sebagai permainan adu ketangkasan dalam pergaulan dan menyatukan masyarakat Desa Adat Seraya. Palemahan, Gebug Ende dipercaya sebagai tradisi memohon hujan saat musim kemarau.

Kegiatan dimulai tanggal 6 sampai 8 Oktober, akan dipusatkan di Lapangan Ki Kopang, Desa Adat Seraya. Gebug Ende Seraya khusus sakral akan dilaksanakan pada 3 sampai 5 Oktober 2023 di Pura Bale Agung pukul 16.00 Wita. Sementara Gebug Ende Seraya yang bersifat tradisi akan digelar dalam festival mulai pukul 16.00 Wita.

Bendesa Adat Desa Seraya, I Made Salin, menambahkan, ada kegiatan pendukung seperti Peed Dulangan tanggal 28 September 2023 lalu. Tradisi digelar kembali setelah bertahun-tahun upacara dulangan hanya disiapkan oleh desa adat sebagai bahan upakara dalam upacara Usaba Kaja. 

Selanjutnya Fun Fishing tanggal 8 Oktober, digelar untuk memperkenalkan potensi kawasan wisata pantai dan spot mancing yang bagus di Desa Adat Seraya. Pula karena mata pencarian masyarakat Desa Adat Seraya adalah nelayan. Kompetisi foto Pesona Gebug Ende Seraya tanggal 6-8 Oktober untuk mengabadikan momen Gebug Ende Seraya. Seraya Culture Festival kali ini melibatkan 25 UMKM, baik UMKM produk potensi Desa Adat Seraya maupun pedagang yang berjualan di lokasi acara. 

“Festival tahun 2023 ini kami berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.