POSMERDEKA.COM, BANGLI – Meningkatkan pengelolaan sampah berbasis sumber di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), baru 12 desa di Bangli memiliki TPS3R. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli mengusulkan empat desa ke pusat guna mendapat bantuan pembangunan TPS3R pada tahun 2024. Desa tersebut yakni Desa Pengejaran, Desa Batur Utara, Batur Selatan (Banjar Yeh Mampeh) dan Desa Yangapi.
Kepala DLH Bangli, Putu Ganda Wijaya, menyebutkan, untuk bisa mendapat bantuan TPS3R, salah satu syarat adalah desa harus menyiapkan lahannya. “Kami berharap semua desa nanti bisa memiliki TPS3R guna mengatasi permasalahan sampah,” katanya.
Dia menilai TPS3R efektif mengatasi masalah sampah di Bangli. Berdasarkan data yang dimiliki, pada semester awal 2023, TPS3R mampu mengurangi volume sampah ke TPA hingga 19 persen. Tahun 2022 hanya 17 persen. Pengelolaan sampah juga meningkat dari sebelumnya 50 persen tahun 2022, kini menjadi 61 persen.
“Dengan konsep pengolahan dan pemilihan, hanya sampah residu yang dibuang ke TPA. Untuk organik bisa jadi pupuk kompos, plastik dan botol bisa dijual,” paparnya.
12 desa yang saat ini punya TPS3R, sambungnya, adalah Desa Dausa, Bantang, Daup, Selulung, Belantih, Mengani, Ulian, Awan, Sekaan, Belancan, Tiga dan Pengotan. “Semua TPS3R tersebut beroperasi dan terkelola dengan baik,” pungkasnya. gia
























