MANGUPURA – Saat libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) tingkat hunian akomodasi di wilayah Badung sempat mencapai angka 50 persen. Sayangnya, di awal tahun 2022 ini kondisinya kembali melorot jadi 30 persen.
Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya, menerangkan, pascalibur Nataru, tingkat hunian hotel di Badung kembali mengalami menurun. Hal itu disebabkan kunjungan wisata sepanjang masa akhir tahun wisatawan domestik. Ke depan, pihaknya menggiatkan sektor kunjungan tersebut dengan melakukan promosi lewat sales mission ke beberapa kota besar di Indonesia. “Ini baru kita rancang mungkin sekitar Maret atau April mulai bisa dilakukan,” ujarnya.
Ketua BPPD Badung ini juga mengaku sudah memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk sejumlah kegiatan-kegiatan nasional di Bali. Sebab hal itu mendorong pemulihan kondisi perekonomian masyarakat Bali. Ia mengimbau seluruh komponen pariwisata, agar tetap waspada dan disiplin dalam penerapan prokes. Terlebih kasus Covid-19 varian omicron kini sedang merebak di sejumlah negara.
Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan agar Bali menjadi salah satu tempat karantina wisatawan. Selain itu, pembukaan penerbangan internasional juga perlu diperluas ke negara-negara yang low risk atau risikonya kecil penyebaran Covid-19. gay
























