Dunia Pariwisata Terus Berkembang, Lulusan SMK PGRI 4 Denpasar Punya Peluang Besar

PELEPASAN siswa kelas XII SMK PGRI 4 Denpasar di Denpasar, Jumat, 15 Mei 2026. Foto: tra
PELEPASAN siswa kelas XII SMK PGRI 4 Denpasar di Denpasar, Jumat, 15 Mei 2026. Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Lulusan SMK di bidang pariwisata memiliki banyak peluang untuk masuk dunia kerja. “Untuk SMK kalau di industri pariwisata, keterserapannya masih terbuka lebar. Untuk klaster pariwisata, kalau dilihat dari tracking alumni, rata-rata di atas 80 persen sebelum lulus mereka sudah bekerja,” kata Ketua PGRI Bali, IGN Eddy Mulya, saat pelepasan siswa kelas XII SMK PGRI 4 Denpasar di Denpasar, Jumat, 15 Mei 2026.

Bahkan, menurutnya, saat ini pasar tenaga kerja di bidang pariwisata juga cukup banyak dibutuhkan di luar negeri. Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja bidang pariwisata di Indonesia, termasuk Denpasar, Bali, juga tak kalah banyak. Terlebih jika melihat pertumbuhan sektor wisata dalam negeri saat ini yang menurutnya cukup bagus.

Read More

“Kami lihat hotel masih tumbuh, begitu juga dengan destinasi wisata, sehingga akan banyak sekali menyerap tenaga kerja mulai dari lulusan SMK untuk mengisi pasar tenaga kerja di industri pariwisata,” jelas Eddy Mulya yang juga Sekda Kota Denpasar ini.

Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, I Ketut Suarya, membenarkan, perkembangan pariwisata saat ini tentu sudah berbeda jauh dengan perkembangan pariwisata belasan tahun yang lalu. Dimana belasan tahun lalu mungkin kegiatan berwisata belum menjadi kebutuhan pokok.

Ia mengatakan jika sejauh ini tingkat keterserapan lulusan SMK PGRI 4 Denpasar yang dari bidang pariwisata, cukup tinggi. Diketahui SMK PGRI 4 Denpasar memiliki beberapa jurusan di bidang pariwisata, di antaranya adalah perhotelan dan kuliner serta  desain komunikasi visual. 

“Apalagi di Kurikulum Merdeka, prakerin (praktik kerja industri) itu enam bulan, jadi mereka sudah terserap banyak. Setelah prakerin mereka sudah diminta bekerja di perusahan tersebut. Jadi 80%-85% mereka bekerja,” kata dia.

Di luar itu ada yang melanjutkan kuliah atau menjalankan usaha. Masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan dari para lulusan, menurutnya juga tidak lama, tidak sampai satu tahun. Bahkan banyak yang begitu lulus langsung bekerja. Tapi ada juga yang mungkin tidak cocok dengan tempat kerjanya kemudian keluar lagi.

Di sisi lain dia mengatakan jika tingkat keterserapan lulusan SMK tersebut sedikit banyak juga dipengaruhi faktor orang tua. Ada sebagian orang tua yang sulit melepas anaknya ketika memiliki kesempatan bekerja di luar daerah, atau ke luar negeri sebab inginnya anaknya bekerja di dekat rumah.

Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar, I Gusti Bagus Wiadnyana, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan sekolah, terutama dalam inovasi sarana prasarana dan penciptaan lulusan berkualitas. Ia mengatakan, SMK PGRI 4 Denpasar memiliki fasilitas praktikum yang lengkap dan modern untuk menunjang kompetensi siswa sesuai standar industri.

Sekolah ini dilengkapi 32 Ruang Kelas Baru (RKB), delapan laboratorium (kitchen, hotel, restoran, multimedia), serta Teaching Factory “Paon Bhogi”. “Fasilitas ini dirancang agar siswa siap kerja, terutama di bidang perhotelan, kuliner, serta teknologi,” ujarnya.

Selain itu, SMK PGRI 4 Denpasar (Fourgriska) menawarkan program unggulan Kelas Kapal Pesiar bekerja sama dengan Balindo Paradiso untuk mencetak tenaga kerja profesional di bidang perhotelan dan kapal pesiar. Program ini berfokus pada pelatihan industri dengan kurikulum bahasa Inggris dan Jepang.

Tahun ini SMK PGRI 4 Denpasar, melepas 210 siswa kelas XII. Terdiri dari 78 siswa jurusan Perhotelan, 82 siswa jurusan kuliner, dan 50 jurusan DKV. Saat acara pelepasan juga diserahkan penghargaan kepada tiga besar juara umum di masing-masing jurusan. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.