Senderan Pura Batur Lampah Longsor, Kerugian Puluhan Juta

  • Whatsapp
SENDERAN tanah pondasi tembok pembatas Pura Batur Lampah di Banjar Dinas Nyeleket, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, longsor, Senin (10/1/2022). Foto: ist
SENDERAN tanah pondasi tembok pembatas Pura Batur Lampah di Banjar Dinas Nyeleket, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, longsor, Senin (10/1/2022). Foto: ist

TABANAN Senderan tanah pondasi tembok pembatas Pura Batur Lampah di Banjar Dinas Nyeleket, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, longsor, Senin (10/1/2022). “Hal itu diketahui sekitar pukul 06.30 Wita,” ungkap I Ketut Sugiana (70), yang juga selaku pengurus pura setempat.

Sementara saksi I Ketut Sudada (65) alias Pak Mira, yang juga selaku pemangku pura tersebut, mengatakan bahwa ketika itu datang ke Pura Batur Lampah untuk mabanten.Dia kemudian melihat senderan pondasi tembok pembatas pura sebelah barat yang berbatasan dengan aliran Sungai Yeh Ho, longsor sepanjang sekitar 15 meter, dengan kedalaman sekitar 7,5 meter.

Bacaan Lainnya

“Senderan yang longsoran itu terjadi diduga karena curah hujan yang tinggi sejak sehari sebelumnya, sehingga tanah di bawah pondasi itu tidak kuat menahan air, hingga terjadi longsor,” ujarnya.

Untuk antisipasi, personel Polsek Penebel juga ikut turun ke lokasi bersama pengurus pura, menutupi bekas longsoran tanah dengan terpal. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi gerusan tanah apabila terjadi hujan.

“Selain itu, kami juga memberitahu pengurus pura untuk memasang tanda di sekitar longsoran, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana, seraya menyebut akibat kejadian itu nihil korban jiwa, namun timbul kerugian material sekitar Rp80 juta.

Baca juga :  Bandem Merindukan Keberagaman ‘’Gending’’ Janger Klasik

Di tempat terpisah, sehari sebelumnya juga terjadi bencana alam tanah longsor di pinggir jalan umum jurusan Mangesta-Piling, Banjar Dinas Piling Kanginan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel. Longsoran tanah beserta akar pohon kelapa bekas ditebang, menutupi badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Pembersihan tanah longsor di tempat itu kemudian melibatkan Bhabinkamtibmas Aiptu I Wayan Mediastra bersama warga setempat, serta petugas dari BPBD Tabanan. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar dua jam, dan selanjutnya arus lalin kembali normal. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.