Tidak Kuorum, Rapat Paripurna Penyampaian RPJMD Ditunda

  • Whatsapp
DPRD Kabupaten Karangasem batal menggelar rapat paripurna bersama pihak eksekutif, Senin (26/4/2021), karena anggota Dewan yang datang tidak memenuhi jumlah kuorum. foto: nad

KARANGASEM – DPRD Kabupaten Karangasem batal menggelar rapat paripurna bersama pihak eksekutif, Senin (26/4/2021). Anggota Dewan yang datang tidak memenuhi jumlah kuorum, itulah pangkal masalahnya. Padahal jadwal rapat sempat diundur sampai tiga kali.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua III, I Wayan Parka, itu dihadiri sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Karangasem. Agendanya adalah penyampaian Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sedianya dipaparkan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa.

Bacaan Lainnya

Seusai memimpin rapat paripurna batal tersebut, Parka menyampaikan rapat terpaksa ditunda karena tidak kuorum. Dari 45 anggota, yang hadir hanya 21 orang atau kurang dari jumlah minimal untuk kuorum yakni separuh dari anggota yang ada.

“Skors pertama jam 10.00 dimajukan menjadi 08.30, kemudian skors dua rapat paripurna dijadwalkan jam 10.00. Rapat jam 11.30 juga belum kuorum, akhirnya ditunda,” ungkapnya.

Parka melanjutkan, rapat yang dijadwalkan kemarin akhirnya ditunda tiga hari. Jika tiga hari lagi tidak juga kuorum, dia akan kembali menggelar rapat Bamus untuk menjadwalkan ulang.

“Ada beberapa anggota tidak hadir tidak tahu pasti alasannya. Mungkin karena keterbatasan komunikasi dan hari purnama, kan ada sibuk odalan juga,” sambungnya memberi alasan.

Baca juga :  Resmi Dilantik PAW Anggota DPRD Badung, Suastiari Langsung Adaptasi Tugas

Bila kondisi ini terus berlangsung, pengaruhnya terhadap RPJMD adalah tidak bisa dibahas. Namun, tetap dilanjutkan oleh eksekutif untuk ke tingkat yang lebih tinggi ke Provinsi dan sampai ke pusat.

Terkait pembatalan rapat penyerahan RPJMD, Wakil Bupati Wayan Artha Dipa menilai DPRD sudah menyelenggarakan sesuai dengan mekanisme. Soal anggota tidak kuorum, dia berkata mungkin ada beberapa alasan.

Bisa saja ada yang sakit, ada juga terkait hari purnama karena ada yang sembahyang. “Setelah dihubungi, mungkin mengandalkan teman-temannya datang, ternyata tidak datang,” katanya menduga-duga.

Dia berkata agenda selanjutnya akan dijadwal ulang oleh pimpinan DPRD. Eksekutif bersifat menunggu jadwal dan tentunya rancangan ini berjalan sesuai dengan jadwal waktu dan ketentuan yang ada.

ika misalnya ada hambatan, sesuai ketentuan yang ada maka 10 hari kemudian eksekutif bisa mengirim RPJMD itu ke Provinsi untuk pembahasan. “Namanya rancangan awal, nanti setelah Provinsi membahas kembali ke Kabupaten itu sudah menjadi rancangan RPJMD,” jelasnya seraya berharap agenda rapat berikutnya tidak lagi ditunda. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.