Tetap Bangkit di Tengah Pandemi, Hadapi Perubahan Zaman, Koperasi Dituntut Lakukan Transformasi Digital

  • Whatsapp
KETUA Dekopinda Kota Denpasar yang baru I Nyoman Sudarsa (kiri) salam komado dengan ketua lama I Wayan Mudana usai terpilih secara aklamasi dalam Musda Dekopinda, Selasa (7/12/2021). Foto: ist
KETUA Dekopinda Kota Denpasar yang baru I Nyoman Sudarsa (kiri) salam komado dengan ketua lama I Wayan Mudana usai terpilih secara aklamasi dalam Musda Dekopinda, Selasa (7/12/2021). Foto: ist

DENPASAR – Pandemi Covid-19 tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Karena koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia diharapkan mampu hadir membangun perekonomian yang berasaskan kekeluargaan. Demikian pandangan yang disampaikan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Denpasar periode 2021-2026 terpilih, I Nyoman Sudarsa, SE., Rabu (8/12).

“Peran koperasi sendiri sebagai suatu badan usaha yang bekerja sama dengan masyarakat dalam meningkatkan taraf perekonomian menuju lebih baik. Koperasi dianggap mampu menyentuh langsung masyarakat bawah, terutama para pelaku usaha yang terkena dampak pandemi. Koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat seperti UMKM dan pedagang kecil untuk bangkit dan terus bergerak maju,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Sebab lembaga koperasi, kata Sudarsa, diyakini sangat sesuai dengan budaya dan tata kehidupan bangsa Indonesia. Di dalamnya terkandung muatan menolong diri sendiri, kerja sama untuk kepentingan bersama (gotong royong), dan sangat pas dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam (menyama braya).

“Eksistensi koperasi memang merupakan suatu fenomena tersendiri, karena tidak satu lembaga sejenis lainnya yang mampu menyamainya, tetapi sekaligus diharapkan menjadi penyeimbang terhadap pilar ekonomi lainnya,” urainya.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 ini sekaligus menjadi momentum bersama untuk meningkatkan kerja koperasi agar lebih efisien. Karenanya, pemberdayaan koperasi merupakan langkah strategis menumbuhkan pembangunan nasional. Keberhasilan pemberdayaan koperasi tentunya diukur dari besarnya nilai kesejahteraan yang dirasakan anggotanya.

Baca juga :  Menanti “Cinta” Selly Mantra, Golkar Tegaskan Tidak Ada Pengkhianatan di Politik

“Kehadiran koperasi jangan semata dilihat sebagai perwujudan konstitusi, namun lebih dari itu eksistensi koperasi harus dipandang sebagai suatu kebutuhan,” sambungnya lagi.

Lebih jauh lagi, kata pria yang senang bergurau itu, sumber daya manusia koperasi juga diharapkan mampu membawa koperasi beradaptasi dengan perkembangan perkembangan zaman, salah satunya melalui transformasi digital. Kemudian memanfaatkan market place berbasis online (daring), maupun penggunaan sosial media untuk memanfaatkan peluang serta kesejahteraan anggota koperasi itu sendiri. Sehingga dengan berbagai upaya tersebut, koperasi mampu eksis merealisasikan pemulihan ekonomi baik secara nasional, khususnya di Pemerintah Kota Denpasar.

Ia menilai bahwa transformasi koperasi merupakah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari. ‘’Rebranding koperasi modern itulah yang menjadi tantangan terbesar dalam perkembangan koperasi. Bersama kita harus buktikan bahwa koperasi itu keren, koperasi itu bisa berbasis teknologi, dan koperasi bisa digemari generasi milenial,’’ urai Sudarsa.

Sudarsa saat ini tercatat sebagai Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Nawa Eka Cita. Ia dipercaya menakhodai Dekopinda Kota Denpasar periode 2021-2026 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musda Dekopinda, Selasa (7/12) lalu. Saat itu, seluruh gerakan koperasi yang hadir dalam Musda hanya mengajukan calon tunggal (Nyoman Sudarsa) dan tidak ada calon ketua lain. Semua gerakan koperasi sepakat memilih dia sebagai Ketua Dekopinda Kota Denpasar menggantikan ketua lama I Wayan Mudana.

Baca juga :  Golkar Rombak Pimpinan Fraksi di DPRD NTB, Misbach Digeser Lalu Satriawandi

Sudarsa mengaku, setelah dinobatkan menjadi pucuk pimpinan di Dekopinda Kota Denpasar segera melakukan perubahan sesuai permintaan pengurus koperasi, terutama komunikasi. Dekopinda mampu berkomunikasi dengan gerakan koperasi, memfasilitasi, mengedukasi dan mengadvokasi. Dilihat dari Kepres sudah jelas ada anggaran dari pemerintah didukung oleh  APBD.

Sudarsa mengungkapkan, Dekopinda selama ini mengalami masalah dana untuk menggerakan roda organisasi. Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pendanaan didukung dari anggota koperasi berbadan hukum bernaung di bawah Dekopinda berupa iuran wajib per bulan sebesar Rp25.000, serta 25 persen dari dana pendidikan dan pihak lain yang tidak mengikat.

Koperasi yang ada di Kota Denpasar saat ini sebanyak 1.144 koperasi. ”Kalau 60 persen saja dari koperasi yang ada menyetor dana iuran wajib, kita mampu menggerakan gerakan koperasi,’’ ujarnya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.