Gianyar Luncurkan Kembali Program Kurda GAS

  • Whatsapp
PENANDATANGAN Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Simpel (Simpanan Pelajar). Foto: adi

GIANYAR – Bupati Gianyar, I Made Mahayastra; didampingi Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto; dan Direktur Utama Jamkrida Bali Mandara, Ketut Widiana Karya, meluncurkan kembali program Kredit Usaha Rakyat Daerah Gianyar Aman Sejahtera (Kurda GAS) di Balai Serbaguna Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Selasa (7/12/2021).

Program ini sekarang bersinergi dengan kurbali.com. Selain itu dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan dan perjanjian kerjasama Program Simpel (Simpanan Pelajar) antara Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar dengan PT BPR Bank Daerah Gianyar, serta peluncuran website Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Gianyar.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia, I Wayan Sadra, mengatakan, dengan dikukuhkannya TPAKD kabupaten/kota se-Bali diharap dapat memberi manfaat maksimal dalam memberi akses keuangan lebih luas bagi masyarakat. Beberapa kegiatan yang dimaksimalkan pelaksanaan oleh TPAKD Gianyar antara lain Kurda GAS, Simpel, dan penyusunan website TPAKD Gianyar.

Kurda GAS, sebutnya, merupakan program terobosan Bupati Gianyar sebagai upaya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Pun memberi akses keuangan lebih luas bagi masyarakat, khususnya KK miskin, memperoleh modal usaha.

Sementara program Simpel merupakan program pemerintah pusat, yang dalam pelaksanaannya, Pemkab Gianyar difasilitasi PT BPR Bank Daerah Gianyar sebagai salah satu BUMD milik masyarakat Gianyar.

Baca juga :  Lampaui Target dalam SPO, Pemkab Karangasem Raih Penghargaan BPS RI

Giri Tribroto menambahkan, tahun 2019 lalu OJK melakukan survei nasional inklusi dan literasi keuangan. Hasilnya, indeks inklusi keuangan secara nasional mencapai 76,19 persen tahun 2019, meningkat dari tahun 2016 yang hanya 67,18 persen.

Khusus di Bali, indeksnya 76,19 persen tahun 2016, meningkat menjadi 92,91 persen tahun 2019. “Ini menunjukkan tingkat inklusi sektor jasa keuangan masyarakat Bali lebih tinggi dari nasional,” urainya.

Menurut Bupati Mahayastra, pada saat dia maju sebagai Bupati, banyak yang disampaikan kepada DPRD maupun masyarakat terkait dengan rasio gini di Gianyar. Terjadi kesenjangan antara yang kaya dengan miskin, yang berpendidikan tinggi dengan yang berpendidikan rendah, serta kesenjangan akses keuangan.

Karena itu, dia merasa harus ada program yang langsung dirasakan masyarakat yang belum dapat mengakses, sehingga kesenjangan itu bisa dipotong dengan adanya kebijakan kepala daerah. “Saya meluncurkan Kurda, ada yang memakai agunan dan ada yang tanpa agunan, yang diberikan kepada koperasi, UMKM, maupun perorangan,” bebernya.

Meski begitu, Mahayastra mengakui masyarakat kecil masih sedikit mendapat akses dari kebijakan yang dibuat. Makanya dilakukan evaluasi pengentasan dari kemiskinan di Gianyar dengan melakukan aksi bedah rumah, rehab rumah, jambanisasi dan permodalan.

Setelah berjalan dan dievaluasi, ungkapnya, penyebaran Kurda menjangkau seluruh kecamatan di Gianyar. Sampai dengan kemarin, sudah Rp10 miliar dana terserap, yang dialokasikan untuk Kurda dan Kurda GAS. “Kurda untuk koperasi disalurkan lebih dari satu miliar rupiah, serta Kurda GAS untuk UMKM lebih dari delapan miliar rupiah,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.