POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyebutkan efisiensi anggaran oleh pemerintah menjadi tantangan bagi olahraga Indonesia dalam meraih prestasi pada Asian Games 2026.
“Apa pun tantangannya, perjuangan kita tetap fokus untuk membuat lagu Indonesia Raya berkumandang dan bendera Merah Putih berkibar. Itu mutlak,” kata Oktohari kepada awak media dalam Rapat Tahunan 2026 di Jakarta, Sabtu.
Oktohari menanggapi pertanyaan seputar dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah terhadap target prestasi olahraga Asian Games 2026. Ia mengatakan tugas utama atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga, adalah terus menjalani latihan dan bertanding.
Oleh sebab itu, kata dia, apapun kondisi yang dihadapi, termasuk efisiensi anggaran, KOI bersama semua anggota akan berjuang internasional supaya atlet tampil maksimal dan mengharumkan nama Indonesia. ”Apa pun situasinya kita akan terus bertarung dan saya yakin semangatnya sama,” katanya.
Oktohari mengatakan telah menerima aspirasi dari para pengurus cabang olahraga yang menyoroti kekurangan pendanaan akibat kebijakan efisiensi. Dalam waktu dekat, KOI bersama 72 cabang olahraga yang menjadi anggotanya akan menyurati Kementerian Keuangan untuk berdiskusi menyamakan perspektif terkait program-program pembangunan prestasi olahraga.
Oktohari menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan komitmen dan perhatian besar terhadap prestasi olahraga nasional. Perhatian itu, kata dia, harus dirasakan lewat pendanaan yang dikucurkan melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Saya rasa Pak Menpora sama Pak Presiden ini kan dua-duanya insan olahraga. Harapan kami dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan pun bisa dirasakan,” ungkapnya, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Dukung Menpora
Pihaknya juga mendukung Menpora Erick Thohir agar memperjuangkan anggaran yang cukup untuk membangun prestasi olahraga Indonesia. “Kami berdiri tegak bersama Pak Menpora untuk memperjuangkan anggaran untuk prestasi olahraga Indonesia,” ungkap Oktohari.
Ia menambahkan, pembangunan prestasi olahraga Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama berkaitan dengan dukungan anggaran. Di sisi lain, Indonesia akan menghadapi berbagai ajang multicabang pada tahun ini seperti Asian Games 2026, Olimpiade Remaja 2026, dan Asian Indoor and Martial Arts Games 2026. Setelah itu, akan ada SEA Games 2028 serta persiapan menuju Olimpiade 2028.
“Kalau kita masih begini-begini (persiapan yang tidak memadai karena kekurangan anggaran) terus, nanti ujung-ujungnya ketika prestasi tidak bagus yang disalahkan cabor, padahal perjuangannya susah,” katanya.
Menurutnya, pembangunan prestasi olahraga memerlukan intervensi anggaran khusus. Ia mencontohkan pemanfaatan anggaran bagi atlet dan ofisial untuk pemusatan latihan ataupun uji tanding di luar negeri.
Kegiatan seperti itu, kata dia, tidak bisa disamakan dengan perjalanan dinas yang dilakukan oleh kementerian/lembaga. “Tidak benar kalau atlet berangkat ke luar negeri dibilang perjalanan dinas. Yang namanya perjalanan dinas itu berlaku untuk orang kementerian,” katanya.
Hal-hal seperti itu, kata dia, yang perlu diperjuangkan bersama sehingga pihaknya siap mendukung Menpora untuk menyuarakan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan olahraga. “Jadi kalau Pak Menteri butuh, kita bisa suarakan bersama 72 cabang olahraga yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Oktohari mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan kepala negara yang sangat mencintai olahraga. Presiden, kata dia, bahkan sudah menyatakan akan mempersiapkan tempat pelatihan dan pusat pemulihan secara spesifik dengan area yang sangat luas untuk semua cabang olahraga.
Kepedulian Presiden juga ditunjukkan terhadap cabang olahraga pencak silat ketika ia menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Sugiono yang merupakan Menteri Luar Negeri, agar Presiden bisa fokus mengurus semua cabang olahraga.
“Cuma sayangnya, kalau di dalam pemerintahan ini masih ada yang belum mengerti bahwa Presiden sudah sangat cinta terhadap olahraga, tetapi ada orang atau oknum yang belum cinta dengan olahraga, ayo bersama-sama kita bikin dia cinta dengan olahraga Indonesia,” pungkasnya. yes
























