SMPN 1 Kintamani yang berlokasi di Jalan Raya Kintamani, bukan saja terbukti melahirkan sejumlah tokoh terkenal, namun juga hingga kini masih tetap menjadi tolok ukur pendidikan di Bangli. Prestasi yang diraih sekolah yang kini di bawah pimpinan I Dewa Ayu Raka Dewi, S.Pd., tidak kaleng-kaleng.
Beberapa siswa berhasil mendulang medali tingkat internasional khususnya untuk cabang olahraga karate. Prestasi yang diraih tersebut tentunya tidak terlepas dari kiprah seluruh warga sekolah mulai dari staf TU, guru, kepala sekolah hingga komite sekolah. Koordinasi, komunikasi disertai dengan pembinaan yang intensif berhasil mewujudkan iklim kondusif yang menjadi kunci sukses dari berbagai prestasi yang diraih oleh SMPN 1 Kintamani ini. Iklim yang kondusif tersebut mampu mengeksplorasi peningkatan prestasi termasuk memberikan ruang bagi seluruh warga sekolah untuk melakukan kreasi dan inovasi.
Sebagaimana diungkapkan Kepala SMPN 1 Kintamani, I Dewa Ayu Raka Dewi, S.Pd., bahwa tahun ini sekolah yang dipimpinnya meluncurkan empat karya inovasi dalam berbagai tema. Keempat inovasi tersebut yakni; (1) Program Inovasi Kimberli Melali Bersama Robotik, (2) Si Pitung Bali, (3) Siwa Sakti serta (4) Canang Sari di Kafe Baca.
Program Kimberli Melali Bersama Robotik merupakan akronim dari Dari Kinone Bersih Kembali dengan Melestarikan Lingkungan Bersama Rumah Botol Plastik. Program ini termasuk program unggulan dan diharapkan memberikan kontribusi bagi upaya SMPN 1 Kintamani untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Program ini dilaksanakan sebagai implementasi perwujudan pelajar yang berkarakter profil pelajar pancasila sesuai dengan visi sekolah yaitu akhlak kepada alam. Tujuan: Program ini selain bertujuan untuk mengurangi sampah terutama sampah plastik, kertas dan botol yang ada di sekolah, pembuatan eco enzim, penampungan sampah berupa botol plastik pada tempat sampah yang berbentuk rumah- rumahan yang apabila penuh atau sesuai jadwal pengangkutan sampah plastik, rumah botol plastik ini dapat dibuka untuk mengeluarkan isinya dan penanaman pohon pucuk bang, program ini juga merupakan implementasi dari kurikulum merdeka serta visi SMPN 1 Kintamani yaitu terwujudnya siswa berprestasi dengan Karakter Profil Pelajar Pancasila.
Implementasi program ini yakni: Melakukan pembersihan di kelas dan lingkungan kelas oleh semua siswa, melakukan pemilahan sampah, melakukan kegiatan pembersihan bersama di lingkungan sekitar sekolah, menggunakan sampah daur ulang untuk bahan kerajinan, menanam pucuk bang, melakukan penataan telajakan, melakukan kerjasama dengan bank sampah. Program ini berhasil mengurangi jumlah sampah yang tercecer sehingga sekolah tampak tetap asri dan bebas dari botol-botol plastik.
Program Si Pitung Bali. Program ini dilatarbelakangi oleh keinginan sekolah untuk terus memberikan ruang dan fasilitas kepada seluruh siswa dan juga guru untuk mengembangkan kemampuan literasinya. Si Pitung Bali merupakan akronim dari Siswa Pintar Berhitung, Membaca dan Menulis.
Program ini merupakan salah satu Program Inklusi di SMPN 1 Kintamani. Tujuannya memberikan pendampingan dan bimbingan bagi siswa yang memiliki keterbatasan tertentu diantaranya kelainan komunikasi, termasuk problem bahasa dan ucapan serta lambat dalam belajar. Dalam hal ini kurangnya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
Membaca dan menulis memungkinkan siswa untuk menyerap dan menyampaikan informasi. Berhitung membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis. Keterampilan membaca, menulis dan berhitung penting untuk kesiapan siswa di sekolah dan kehidupan sehari-hari. Keterampilan membaca, menulis dan berhitung yang baik dapat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi dan meraih cita-cita.
Implementasi program ini yakni: pembinaan, diskusi, tanya jawab, pemantauan perkembangan siswa, dan evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan. Sejumlah guru ditugaskan untuk memberikan pendampingan kepada para siswa yang membutuhkan bantuan. Diharapkan melalui program ini sekolah dapat lebih maksimal dalam : membimbing dan melatih siswa dalam memahami informasi dari teks bacaan, siswa mengetahui strategi membaca yang efektif, memahami makna dan informasi dari teks yang dibaca, kemampuan berkomunikasi meningkat, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, membantu siswa yang mengalami kesulitan menulis dengan baik, membantu siswa untuk menyampaikan ide dan gagasan secara jelas dan terstruktur, melatih siswa untuk mampu memahami dan mengimplementasikan pengetahuan matematis. Kegiatan program ini lebih banyak dilakukan melalui pembinaan, diskusi, monitoring perkembangan siswa serta diakhiri dengan evaluasi secara berkala.
Program Siwa Sakti merupakan inovasi pendidikan karakter yang dirancang untuk menjawab tantangan menurunnya semangat keagamaan di kalangan siswa SMPN 1 Kintamani. Program Siwa Sakti diharapkan berhasil menciptakan transformasi pendidikan holistik dengan menanamkan seperangkat nilai yang saling terintegrasi. Program ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter dan ketangguhan pribadi seperti kemandirian, integritas, dan kedisiplinan, tetapi juga secara efektif mengembangkan kepemimpinan, kecakapan sosial, tanggung jawab, serta kemampuan kolaborasi melalui praktik langsung dalam proyek-proyek nyata.
Secara paralel, program ini memperkuat dimensi spiritualitas, kebangsaan, dan penghargaan terhadap keberagaman, sekaligus membekali siswa dengan kecakapan hidup, jiwa kewirausahaan, kreativitas, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, implementasi program ini berhasil mencetak pribadi-pribadi “Sakti” yang unggul secara karakter, terampil secara sosial, berwawasan kebangsaan, berjiwa wirausaha, dan peduli lingkungan, sehingga siap menjawab tantangan masa depan dengan kompetensi dan integritas yang utuh.
Program ini diimplementasikan melalui pendekatan pembiasaan religius (religious habituation) yang konsisten dan terstruktur. Menurut Ki Hajar Dewantara (1977), pendidikan merupakan proses menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Program Siwa Sakti sejalan dengan filosofi ini, di mana sekolah berperan sebagai lingkungan yang menuntun siswa untuk membangun kebiasaan positif dalam praktik keagamaan.
Implementasi program ini melalui sejumlah kegiatan yakni : Sembahyang rutin tiap pagi dan di hari suci tertentu, Pembinaan mental spiritual melalui dharmagita, keteladanan oleh guru dan staf serta integrasi nilai-nilai keagamaan dalam seluruh mata pelajaran, serta kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh keluarga besar SMPN 1 Kintamani.
Program Canang Sari di Kafe Baca, akronim dari “Membaca Senang Setiap Hari Di Kafe Baca”. Program yang diharapkan menjadi unggulan tahun ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca. Selain itu program ini juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang merupakan implementasi gerakan literasi sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dengan kebiasaan melakukan kegiatan literasi maka akan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan karakter murid, Implementasi program ini melalui dua kegiatan yakni program membaca buku selama 15 menit setiap pagi serta melakukan kunjungan ke perpustakaan.
Tujuan utama dari program Canang Sari di Kace Baca yakni: Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan, menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca, dan menciptakan lingkungan baca yang nyaman, santai dan menyenangkan bagi siswa.
Melalui empat program inovasi tersebut, SMPN 1 Kintamani berharap akan menjadi ladang persemaian bagi tumbuh kembangnya budaya inovasi bagi seluruh warga sekolah. Guru akan lebih kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran. Siswa akan lebih maksimal dalam mengolah pengetahuan yang diperoleh. Sedangkan Tendik akan lebih mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mencapai tujuan, misi dan visi sekolah. Kepala SMPN 1 Kintamani, I Dewa Ayu Raka Dewi, S.Pd.
























