Tekan Tunggakan Pajak, NTB Luncurkan E-Samsat Autodebit

  • Whatsapp
WAGUB Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan sambutan saat meluncurkan e-Samsat yang ditujukan untuk membantu pembayaran PKB bagi ASN lingkup Pemprov di Gedung Graha Bakti Praja, Rabu (30/6/2021). foto: ist

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (30/6/2021), meluncurkan layanan e-Samsat Autodebit untuk mendukung kemudahan dalam pembayaran pajak kendaraan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Selain untuk mengurangi transaksi tatap muka dan antrean di masa pandemi, juga diharapkan mampu menekan tunggakan pajak kendaraan bermotor.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengapresiasi terobosan Bappenda NTB yang mempermudah dan menyediakan sistem pembayaran PKB bagi ASN di lingkup Pemprov. Sebab, semua harus tersistem dengan baik. Dengan begitu, tidak bergantung pada orangnya tapi sistemnya betul-betul eksis dengan baik.

Bacaan Lainnya

‘’Alhamdulillah saya mengapresiasi, layanan in merupakan solusi terbaik bagi kita,” kata Wagub dalam sambutannya saat meluncurkan e-Samsat Autodebit layanan pembayaran PKB bagi ASN di Gedung Graha Bakti Praja, Komplek Kantor Gubernur NTB, Rabu (30/6/2021).

Ia mengatakan, melihat parameter-parameter yang ada dan dari waktu ke waktu sistem layanan di pemerintah provinsi NTB semakin lengkap dan berkualitas. Tetapi menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama adalah bagaimana memastikan sistem itu betul-betul diimplementasikan dengan baik. ‘’PR bersama kita setelah lonceng ini saya sangat berharap, jangan pernah namanya puas yang namanya launching tetapi kita harus tetap kawal dengan sebaik-baiknya,’’ ujar wagub.

Baca juga :  Libur Kuningan, Pantai Jasri Ditutup, Senin Ini Dibuka Kembali

Rohmi menegaskan, layanan e-Samsat Autodebit harus betul-betul bisa terimplementasi, mengevaluasi dan memonitoring dengan baik. Misalnya, kalau kendaraan itu berpindah tangan seperti apa yang harus dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan sehingga ada standar operasional prosedur yang harus diikuti oleh seluruh pegawai di lingkup Pemprov NTB.

‘’Mudah-mudahan kabupaten/kota dan lembaga vertikal di seluruh NTB untuk memanfaatkan layanan tersebut, sehingga secara keseluruhan layanan ini bisa terintegrasikan dengan baik,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bappenda NTB H. Amry Rakhman, menambahkan, target penerimaan PKB di dalam APBD 2021 mencapai Rp470,5 miliar. Terget menempati porsi terbesar dalam pajak daerah sebesar 31,63 persen atau sekitar 24,08 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‘’Di NTB ada sekitar 14.000 ASN dengan asumsi 1 orang memiliki 1 kendaraan roda dua dan 20 persen dari ASN Provinsi NTB ini diasumsikan memiliki kendaraan roda empat, maka ada sekitar 16.800 objek pajak di tingkat ASN Provinsi NTB dengan nilai objek pajaknya sekitar 9,12 miliar rupiah dari total objek pajak yang ada,’’ jelasnya.

Untuk itu, perluasan dan peningkatan pelayanan terhadap wajib pajak ini harus dilakukan secara intensif yang diperkuat melalui instruksi Gubernur Nomor 973/03/KUM/Tahun 2021 tentang pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk lingkup ASN Provinsi NTB melalui transaksi tunai yang dikenal dengan e-Samsat Autodebit. ‘’Layanan e-Samsat Autodebit akan mulai diterapkan mulai 1 Juli 2021,’’ lugasnya.

Baca juga :  Menpora Ajak Masyarakat Tetap Percaya Masa Depan Sepakbola Indonesia

Dalam acara peluncuran tersebut, juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang pembayaran pajak kendaraan bermotor ASN lingkup Pemprov NTB melalui transaksi nontunai e-Samsat Autodebit dengan PT Bank NTB Syariah. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.