Pulihkan Pariwisata, Pemerintah Diminta “Lockdown” Bali 14 Hari

  • Whatsapp
TAUFAN Rahmadi (kiri) saat bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. foto: ist

MATARAM – Pemerhati pariwisata, Taufan Rahmadi, menyarankan Pemerintah Indonesia mengadopsi cara Selandia Baru dalam menangani sektor pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi.Taufan mengatakan, pemerintah bisa menyusun tahap-tahap pembukaan gerbang internasional Bali untuk memulihkan sektor pariwisata Pulau Dewata seperti yang dilakukan Selandia Baru.

Mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB itu pun, mengusulkan sejumlah tahap penanganan pariwisata Pulau Dewata. Tahap pertama adalah lockdown yang berlangsung selama 14 hari. ‘’Level I fase 14 hari ke depan lockdown Bali, Nyepikan Bali,” kata Taufan dalam siaran tertulisnya, Rabu (30/6/2021).

Bacaan Lainnya

Pada tahap itu, pemerintah diminta mengetatkan protokol kesehatan secara tegas dan konsisten. Pemerintah juga diminta mendorong para pekerja melakukan isolasi mandiri secara menyeluruh dan melakukan pekerjaannya dari rumah. Selama lockdown dilakukan, pemerintah juga disarankan menutup sekolah dan area publik.

Setelah 14 hari berlangsung, Taufan menyebut perlu ada pengetesan antigen secara massal kepada seluruh warga Bali. Bila lockdown selesai, pemerintah dapat membuka Bali secara bertahap mulai penerbangan nasional hingga penerbangan internasional. Apabila tahap-tahap itu sudah dilalui, Bali disebut sudah bisa menerima kunjungan wisatawan negara.

Baca juga :  Mulai Senin, Sebagian Pegawai Pemkab Buleleng Kembali WFH

Adapun Pemerintah Selandia Baru sebelumnya telah menerapkan empat level sistem peringatan bagi warganya untuk mencegah lonjakan angka covid-19. Level pertama berupa penutupan akses warga negara asing, level kedua pengetatan protokol kesehatan, level ketiga persoalan isolasi mandiri, dan level keempat shut down atau penghentian seluruh kegiatan di luar rumah.

Taufan menyebut rencana pemerintah mengundurkan jadwal pembukaan gerbang internasional Bali yang sedianya akan dilakukan pada Juli akibat melonjaknya kasus Covid-19 merupakan bentuk kekhawatiran. Ketidakpastian kebijakan ini dinilai berisiko memperburuk ekonomi Bali yang sebagian besar bertumpu pada sektor pariwisata.

‘’Menggantung Bali dengan kondisi seperti saat ini akan semakin membuat terpuruk ekonomi Bali dan semakin menjauhkan dari target-target pemulihan yang diharapkan,” ujarnya.

Menurut Taufan, penundaan kembali gerbang wisata Bali bagi turis asing harus menjadi momentum untuk berbenah. Membuat wilayah Bali menjadi zona hijau, kata dia, dapat dilakukan secara bertahap mulai desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.