POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Harga sejumlah kebutuhan upacara yadnya di Kabupaten Gianyar mengalami kenaikan cukup signifikan. Ironisnya, di tengah kenaikan harga kebutuhan upacara, harga tomat sayur justru terjun bebas hingga membuat petani merugi.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, Selasa (11/8/2026), harga bunga pacar galuh yang sepekan sebelumnya Rp40.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp60.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada bunga mitir dari sebelumnya Rp17.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Harga janur turut mengalami kenaikan. Komoditas yang sebelumnya dibanderol Rp25.000 kini mencapai Rp30.000 per ikat sedang.
Staf Pemantau Harga Disperindag Gianyar, Ketut Sastrawati, mengatakan, kenaikan harga kebutuhan upacara tersebut bersifat sektoral. Menurutnya, harga di Gianyar belum tentu sama dengan daerah lainnya di Bali. “Paling umum harga tersebut berlaku untuk Kabupaten Gianyar saja. Kemungkinan intensitas upakara tinggi dan pasokan menurun. Di daerah lain kemungkinan harganya lebih rendah,” jelasnya.
Di sisi lain, harga tomat sayur justru mengalami penurunan hingga berada di bawah harga yang dianggap layak bagi petani. Harga tomat yang sebelumnya Rp10.000 per kilogram kini anjlok menjadi sekitar Rp7.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat petani tomat harus menanggung kerugian. Pasalnya, biaya produksi tanaman tomat cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan pupuk dan pestisida. Harga ideal di tingkat petani dan pengepul setidaknya berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Sedangkan harga ekonomis diperkirakan mencapai Rp12.000 per kilogram, agar biaya produksi dan tenaga buruh dapat tertutupi sekaligus memberi keuntungan.
Petani tomat asal Desa Pupuan, Ketut Ruta, mengaku kecewa dengan anjloknya harga tersebut. Dia menanam tomat sekitar 20 are di lahan miliknya. Pada panen kali ini, harga yang diterimanya bahkan hanya Rp6.000 per kilogram.
“Saya petik sendiri dan bawa langsung ke Pasar Kayuamba, Kintamani. Harganya anjlok sekali. Untuk menutupi biaya pupuk, pestisida dan tenaga sudah sangat tipis. Petikan kali ini kami rugi besar,” keluhnya.
Menurut Ruta, perawatan tanaman tomat membutuhkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Tanaman harus mendapat penyemprotan secara rutin, bahkan bisa dilakukan setiap tiga hari sekali untuk pupuk maupun pestisida.
Kendati demikian, petani masih berharap harga pada petikan berikutnya kembali membaik. Sebab, dalam satu musim tanam, tanaman tomat dapat dipanen beberapa kali. Setidaknya, jika harga kembali berada di kisaran Rp8.000 per kilogram, biaya produksi diharapkan dapat tertutupi.
“Perawatan tomat itu ribet, disemprot tiap tiga hari sekali, baik pupuk dan pestisida,” ujarnya.
Sementara itu, harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Harga bawang merah berada di kisaran Rp25.000 per kilogram dan bawang putih Rp28.000 per kilogram.
Harga daging juga belum mengalami perubahan berarti. Daging ayam masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram, daging babi Rp80.000 per kilogram, sedangkan daging sapi Rp120.000 per kilogram. adi






















