POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada peserta didik, tetapi juga pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Komitmen tersebut ditunjukkan guru-guru SMP negeri dan swasta di Kota Denpasar melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Penyusunan Kurikulum tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar yang berlangsung selama dua hari mulai Rabu-Kamis (12-13/8/2026) di Aula BPMP Provinsi Bali.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar dalam sambutan yang dibacakan Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, saat membuka Pelatihan Penyusunan Kurikulum SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar, mengungkapkan, pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Kurikulum menjadi ruh dari proses pendidikan, karena didalamnya terkandung arah, tujuan, serta strategi pembelajaran yang akan menentukan kualitas lulusan.
‘’Kurikulum merupakan komponen utama mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas dengan menonjolkan penguatan karakter. Tanpa kurikulum yang hidup, sekolah hanya menjadi tempat kumpul tanpa arah. Kurikulum memberi nyawa pada cara guru mengajar dan siswa belajar,’’ tegasnya.
Oleh karena itu, pelatihan ini memiliki arti yang sangat penting, sebagai wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat kompetensi, dan memastikan kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan zaman. Tahun 2026 adalah momentum untuk meneguhkan komitmen dalam menghadirkan kurikulum yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada masa depan.
Kurikulum yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan abad 21, dalam kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemikiran kritis. ‘’Dengan demikian, anak-anak kita akan siap menghadapi tantangan global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal dan nasional,’’ ujarnya.
Ia berharap melalui pelatihan ini, para guru dapat menguasai strategi penyusunan kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan. Mengintegrasikan nilai karakter, budaya, dan kearifan lokal Bali ke dalam pembelajaran. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik serta membangun kolaborasi antar sekolah negeri dan swasta untuk saling berbagi praktik baik.
Ia mengajak para guru untuk menjadikan pelatihan ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat kualitas pendidikan di Kota Denpasar. Dengan semangat kebersamaan, ia yakin mampu melahirkan kurikulum yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing tinggi.
‘’Kepada seluruh peserta pelatihan, saya mengajak agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadikan forum ini sebagai ruang untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, bertukar pengalaman, dan menghasilkan karya terbaik yang nantinya dapat diterapkan di sekolah masing-masing,’’ ujarnya.
Ia juga berharap hasil pelatihan ini tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Denpasar. tra






















