Tebing Longsor di Jalur Gitgit, Lalin Lumpuh 30 Menit

  • Whatsapp
TAMPAK sejumlah petugas BPBD Buleleng dibantu warga membersihkan material longsor di Desa Gitgit, agar arus lalu lintas Jalur Singaraja-Gitgit bisa pulih setelah sempat lumpuh selama 30 menit akibat longsor.
TAMPAK sejumlah petugas BPBD Buleleng dibantu warga membersihkan material longsor di Desa Gitgit, agar arus lalu lintas Jalur Singaraja-Gitgit bisa pulih setelah sempat lumpuh selama 30 menit akibat longsor.

BULELENG – Hujan yang mengguyur wilayah Buleleng sejak beberapa hari belakangan ini membuat tebing yang ada di KM 18 wilayah Dusun Wirabhuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, longsor pada Kamis (20/2/2020) pukul 09.00 WITA. Longsornya tebing setinggi 20 meter membuat arus lalulintas di sepanjang ruas jalan Singaraja-Gitgit lumpuh akibat material longsor yang menutupi badan jalan.

Warga setempat bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng turun untuk melakukan pembersihan material longsor yang menutupi setengah badan jalan. Aparat kepolisian ikut turun untuk mengatur arus lalulintas yang sempat mengalami lumpuh total selama 30 menit.

Bacaan Lainnya

Perbekel Desa Gitgit, Putu Arcana, mengatakan jalan tertimbun material longsor sepanjang 15 meter. Ada 10 orang relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) diterjunkan untuk melakukan proses pembersihan material selama kurang lebih 4 jam lamanya. Diakui Arcana, tidak adanya alat berat selama proses pembersihan menjadi kendala selama pembersihan material longsor.Dengan terpaksa, warga bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPDB Buleleng bahu-membahu membersihkan tanah dengan alat seadanya.

“Terpaksa kami pakai alat seadanya karena kami tidak ada alat berat. Mestinya alat berat harus stand by, apalagi cuaca seperti ini. Jadi, butuh waktu berjam-jam untuk membersihkan material longsoran,” kata Arcana.

Baca juga :  Kembali, 3 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal, Sembuh Bertambah 11, Positif 29 Orang

Ia menerangkan di Desa Gitgit memang rawan bencana longsor. Wilayah rawan longsor berada disepanjang kilometer 13-18. Untuk itu, Arcana meminta agar pengendara yang melintas lebih waspada mengingat jalur tersebut rawan longsor. “Berapa titiknya kami tidak tahu pasti. Tapi memang rawan longsor, karena tahun lalu juga jalur ini banyak longsor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, menegaskan, hingga bulan Maret ini memang curah hujan tergolong tinggi. Ia meminta agar masyarakat yang melintas di jalur Gitgit tetap waspada. Sejauh ini, untuk penanganan longsor di wilayah Desa Gitgit memang masih terkendala alat berat.

Proses pembersihan material longsor terus dilakukan oleh TRC BPBD Buleleng bersama warga setempat dengan alat seadanya, agar kendaraan bisa melintasi sepanjang jalur tersebut. Kemacetan bisa diurai setelah proses pembersihan material longsor dilakukan sekitar 30 menit. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.