Target PAD Bangli Turun Rp65 Miliar

  • Whatsapp
Foto: I KETUT RIANG I Ketut Riang. Foto: gia
Foto: I KETUT RIANG I Ketut Riang. Foto: gia

BANGLI – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli tahun 2020 diturunkan. Penurunan target yang dilakukan akibat pandemi Covid-19 itu mencapai puluhan miliar. Secara keseluruhan total penurunan PAD mencapai Rp65 miliar dari target awal senilai Rp165 miliar. Sehingga kini target PAD tinggal sekitar Rp100 miliar.

Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli, I Ketut Riang, mengungkapkan, sesuai anggaran induk APBD Bangli tahun 2020, target PAD Bangli dari pendapatan pajak daerah seperti pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, air tanah, penerangan jalan, parkir termasuk PBB awalnya ditetapkan sebesar Rp 165 miliar. “Namun dengan adanya Covid-19, terpaksa target PAD kita turunkan. Sebab, selama empat bulan terakhir nyaris tidak ada pemasukan,” jelasnya, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Disampaikan, sesuai data per 26 Juni 2020, realisasi PAD dari pajak daerah baru sebesar Rp 36,7 miliar. Karena kondisi tersebut, lanjut Ketut Riang, target PAD Bangli diturunkan sebesar Rp65 miliar. “Kita sesuaikan pendapatannya. Mengingat dari pusat juga turun. Baik dari DAU maupun DAK. Termasuk provinsi juga turun. Dari Rp93 miliar menjadi Rp52 miliar. Hampir sekitar 45 persen penurunannya dari dana bagi hasil pajak propinsi,” jelasnya.

Baca juga :  Jembrana Akhirnya Catat Pasien Covid-19 Meninggal Pertama

Lebih lanjut, untuk target PAD yang bersumber dari pendapatan retribusi daerah seperti retribusi pelayanan kesehatan, pelayanan persampahan, pengujian kendaraan bermotor, retribusi tempat rekreasi dan olahraga (pariwisata) termasuk penyeberangan dan retribusi izin mendirikan bangunan juga terpaksa dilakukan penyesuaian. Sebab, realisasinya hingga 26 Juni 2020, baru mencapai Rp8,8 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp45,5 miliar. “Realisasinya, jauh dari harapan,” akunya.

Yang lebih spesifik, untuk retribusi tempat rekreasi dan olahraga diturunkan dari awalnya Rp41 miliar, kini menjadi Rp13 miliar. “Hingga tanggal 26 Juni 2020, pendapatan dari retribusi rekreasi dan olahraga ini baru terealisasi sebesar Rp7,2 miliar. Karena itu, targetnya juga sudah diturunkan. Awalnya, dalam dua bulan (Januari-Februari) pemasukannya cukup tinggi, setelah itu kini menjadi nol. Pasca-Covid merebak, praktis tidak ada lagi pemasukan dari retribusi Penelokan maupun PHR,” jelasnya.

Lanjut disampaikan, hanya retribusi pengendalian menara telekomunikasi (tower) dan pendapatan bagi hasil kekayaan daerah (deviden), yang tidak ada pengaruhnya terhadap merebaknya Covid-19. “Selain itu, semua terkoreksi,” katanya.

Disinggung terhadap anjloknya PAD Bangli, pihaknya pun mengaku pesimis untuk bisa melakukan terobosan pada tahun ini. Mengingat belum diketahui sampai kapan wabah Corona akan berlalu. ‘’Dengan kondisi sekarang ini, APBD Bangli telah banyak direfocusing untuk penanggulangan Covid-19. Harapan kita bersama, semoga pandemi Corona ini bisa segera berlalu, supaya kehidupan masyarakat bisa menjadi normal kembali,’’ pungkasnya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.