Tanah Lot Art and Food Festival IV Angkat Potensi Seni Budaya dan Kuliner Lokal

TANAH Lot Art and Festival IV yang menampilkan potensi seni budaya dan kuliner lokal itu, dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, mewakili Gubernur Bali, di DTW Tanah Lot, Kamis (22/6/2023). Foto: ist
TANAH Lot Art and Festival IV yang menampilkan potensi seni budaya dan kuliner lokal itu, dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, mewakili Gubernur Bali, di DTW Tanah Lot, Kamis (22/6/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Tanah Lot Art and Food Festival kembali digelar, setelah vakum beberapa tahun karena pandemi Covid-19. Seiring status pandemi tersebut telah dicabut pemerintah, sekaligus penanda kebangkitan pariwisata di Tabanan dan Bali. Tanah Lot Art and Festival IV yang menampilkan potensi seni budaya dan kuliner lokal itu, dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, mewakili Gubernur Bali, di DTW Tanah Lot, Kamis (22/6/2023).

Apresiasi juga diberikan Bupati Tabanan, yang dalam acara pembukaan diwakili Wabup I Made Edi Wirawan. Hadir pula perwakilan dari Kemenparekraf Wilayah Bali, dan undangan lainnya, termasuk Manajer DTW Tanah Lot I Made Sudiana selaku tuan rumah.

Read More

Gubernur Bali dalam sambutan tertulisnya menyebut festival di Tanah Lot itu relevan dengan arah pembangunan pariwisata Bali, yaitu pariwisata berbasis budaya yang berkualitas dan bermanfaat. Mengusung tema ‘Sunset in Paradise’, festival ini berlangsung empat hari, 22-25 Juni 2023. Tak hanya menargetkan kunjungan masyarakat Tabanan dan wisatawan lokal maupun mancanegara, namun juga agar festival budaya ini bisa semakin dikenal dan mendunia.

Ragam hiburan, pementasan, pameran kuliner, dan jajanan khas Tabanan digelar di sepanjang kawasan DTW Tanah Lot, yang bisa dikunjungi mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Keistimewaan yang dihadirkan, yakni persembahan festival baleganjur dan gebogan di sepanjang jalan setapak dan menjelang matahari terbenam.

“Semarak pelaksanaan event pariwisata jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, karena event pariwisata dapat melengkapi daya tarik pariwisata yang sudah biasa dinikmati. Selain jadi sajian tambahan, juga jadi media promosi terhadap daya tarik wisata yang jadi lokasi pelaksanaan event tersebut,” ujar Mahendra dalam sambutan Gubernur Bali.

Begitu juga dengan Bupati Tabanan, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wabup Edi, menyampaikan rasa gembira atas penyelenggaraan festival yang menampilkan potensi Kabupaten Tabanan di DTW Tanah Lot. Tema ‘Sunset in Paradise’ jadi konsep yang berkaitan dengan Daya Tarik Tanah Lot. Sebab, keindahan sunset dari awal sampai terbenam matahari secara sempurna selalu dapat dinikmati di Tanah Lot.

“Festival ini selain sebagai ajang promosi dan mengenalkan budaya yang ada, juga sekaligus dapat menyaksikan keindahan panorama alam. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Beraban, sudah mampu tampil melihat potensi yang ada dan mau berupaya membangun daerah untuk lebih maju,” ujar Wabup Edi.

Untuk itu, tambahnya, dibutuhkan kerja keras, kreativitas, dan inovasi-inovasi baru agar kunjungan wisatawan bisa meningkat, dan daerah wisata ini diharapkan jadi semakin berkembang. “Selalu berpikir positif, kreatif, dan meningkatkan kualitas diri agar bisa bersaing menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Sementara Manajer DTW Tanah Lot, I Made Sudiana, menargetkan kunjungan pada hari pertama Tanah Lot Art and Food Festival IV sekitar 7.000 hingga 8.000 orang. “Kami optimis angka tersebut bisa tercapai, dan berharap terus meningkat,” ujarnya.

Terkait kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot, Sudiana menyebut relatif stabil. Berdasarkan data di Manajemen Operasional DTW Tanah Lot, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara dari Januari hingga Mei 2023 tercatat 797.019 orang, atau rata-rata 66.418 orang per bulan. “Kami berharap setelah status pandemi ini dicabut pemerintah, maka kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot pun kembali normal seperti sebelum pandemi,” harap Sudiana. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.