Sukseskan GNNT, KPwBI Bali Target 200 Ribu QRIS

  • Whatsapp
Foto: 200 RIBU QRIS POS BALI/IST ANGGOTA Komisi XI DPR RI Dapil Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya bersama Direksi dan jajaran Bank BPD Bali saat Peresmian Pasar Sindu sebagai kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS.
Foto: 200 RIBU QRIS POS BALI/IST ANGGOTA Komisi XI DPR RI Dapil Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya bersama Direksi dan jajaran Bank BPD Bali saat Peresmian Pasar Sindu sebagai kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS.

DENPASAR – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho, mendorong Perbankan di Bali untuk terus memfasilitasi dunia usaha memakai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Ia menargetkan ada 200 ribu merchant di Bali menggunakan QRIS pada akhir 2020.

Trisno Nugroho mengungkapkan, hingga akhir Juni 2020, BI menargetkan ada sekitar 100 ribu merchant di Bali telah menggunakan QRIS. Dijelaskan, saat ini penggunaan QRIS terbanyak masih didominasi di Kota Denpasar hingga mencapai 51 persen dari jumlah keseluruhan yang sudah mencapai 98 ribu. Pihaknya terus mendorong perbankan di Bali menggalakkan penggunaan QRIS di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ke depan, pihaknya juga mendorong Pertamina melalui SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk bekerjasama dengan perbankan untuk memfasilitasi pembayaran memakai QRIS. ‘’Kita ingin di tempat lain perbankan untuk mendukung. Termasuk Pertamina akan meng-QRIS-kan seluruh SPBU di Bali. Bank-bank yang punya klien UMKM silahkan untuk dikeluarkan QRIS-nya,’’ harapnya saat menghadiri peluncuran Pasar Sindu sebagai kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS, Sabtu (27/6).

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya juga mendorong perbankan di Bali mendukung program BI. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19, program ini selain akan memudahkan masyarakat dan dunia usaha dalam bertransaksi juga menjadi salah satu cara untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Genjot Pelaksanaan Vaksinasi di Sanur

Mengingat satu merchant cukup memiliki satu QRIS, namun bisa menerima pembayaran dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran baik bank maupun non bank. Politisi Partai PDI Perjuangan itu berharap, gerakan pasar digital berbasis QRIS di Bali bisa dilakukan semakin luas oleh perbankan di Bali. Ia mendorong Bank BPD Bali sebagai bank milik masyarakat Bali untuk terus meningkatkan pelayanan melalui QRIS Bank BPD Bali. ‘’Seperti di SPBU nanti Bank BPD Bali dan bank lainnya bisa masuk,’’ terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengatakan, pihaknya terus berupaya mendukung BI untuk menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS. Ditegaskannya, hingga akhir Juni 2020, Bank BPD Bali menargetkan mengeluarkan QRIS lebih dari tiga ribu.

‘’Target ke depan tidak hanya pasar. Tahun ini kalau bisa 10 ribu merchant untuk QRIS Bank BPD Bali saja. Hingga saat ini sudah hampir tiga ribu, mudah-mudahan akhir Juni sudah melewati tiga ribu,’’ ujarnya.
Untuk di kawasan pasar, disampaikan Sudharma, peluncuran QRIS bagi pedagang sudah dilakukan di lima pasar dan akan terus dikembangkan di seluruh Bali. Bahkan untuk percontohan penggunaan QRIS Bank BPD Bali juga sudah dilakukan di salah satu SPBU di Kota Singaraja pada awal Januari lalu.

Ke depan pihaknya juga akan menyasar banyak sektor, tidak hanya pedagang. ‘’Selain SPBU, notaris juga sudah. Temen-temen di cabang kita dorong agar rekanan juga melakukan transakai nontunai sehingga ke depan masyarakat secara luas akan lebih terbiasa menggunakan QRIS,’’ tandasnya. 016

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.