POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengingatkan para peserta Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 SMP negeri jalur domisili agar memiliki strategi yang tepat dalam memilih sekolah. Kesalahan dalam menyusun urutan pilihan sekolah bisa berdampak fatal: menggugurkan peluang masuk sekolah negeri.
“Calon murid agar memakai perhitungan yang cermat untuk memilih sekolah yang mana pilihan pertama, dan selanjutnya,” kata Agung Wiratama, Selasa (15/7/2025).
Peserta SPMB diberi kesempatan memilih tiga sekolah negeri. Karena itu, Agung Wiratama menekankan pentingnya memperhitungkan jarak domisili secara realistis, agar peluang masuk tidak hangus karena target yang terlalu tinggi. “Kalau tidak masuk pilihan pertama, pastikan bisa masuk di pilihan kedua atau ketiga,” ujarnya.
“Harus diperhitungkan juga kesempatannya,’’ imbuhnya mengingatkan.
Agung Wiratama mengatakan, kuota jalur domisili bertambah dari pagu yang telah ditetapkan. Total kursi yang diperebutkan pada jalur domisili saat ini sebanyak 4.143 kursi yang tersebar pada 17 SMP negeri di Denpasar. Kuota jalur domisili bertambah 1.616 kursi dari pagu yang telah ditetapkan sebesar 43 persen atau 2.527 kursi.
“Penambahan ini berasal dari sisa kuota seleksi jalur prestasi, mutasi, dan afirmasi yang telah diumumkan sebelumnya. Dengan demikian, kuota jalur domisili bertambah. Maka calon murid jalur domisili memiliki peluang lebih banyak dapat diterima,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dasar seleksi jalur domisili berdasarkan jarak alamat tempat tinggal terdekat ke sekolah dengan jarak udara. ‘’Jika jarak tempat tinggal calon murid dengan sekolah dirangking terakhir sama, maka memprioritaskan calon murid dengan usia yang lebih tua, dan apabila usia calon murid sama, maka ditentukan berdasarkan nilai tertinggi mata pelajaran dengan urutan Bahasa Indonesia; Matematika serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial,” sebutnya.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan jujur dan transparan, pihaknya menyiapkan sistem pengaduan serta posko layanan offline di Kantor Disdikpora Kota Denpasar. Dengan sistem seleksi yang semakin kompetitif, Agung Wiratama mengajak orang tua dan calon murid menyusun strategi dengan cermat, dan memahami peta peluang secara bijak. tra
























