SPMB SMPN Denpasar 2026: Calon Murid Tak Perlu Bawa Bukti Daftar Ulang ke Sekolah

ORANG tua calon murid mendatangi posko SPMB SMPN 1 Denpasar menanyakan proses daftar ulang pada Senin (6/7/2026). Foto: tra
ORANG tua calon murid mendatangi posko SPMB SMPN 1 Denpasar menanyakan proses daftar ulang pada Senin (6/7/2026). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Hari pertama daftar ulang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri tahun ajaran 2026/2027 di Denpasar resmi dimulai pada Senin (6/7/2026). Pendaftaran dilakukan mandiri secara online melalui laman https://denpasar.spmb.id. Jadwal daftar ulang dibuka selama tiga hari sampai Rabu (8/7/2026).

Sejumlah orang tua calon murid mendatangi sekolah tujuan membawa bukti daftar ulang untuk dilakukan verifikasi oleh operator. Oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar disampaikan orang tua calon murid tidak perlu membawa bukti daftar ulang untuk dilakukan verifikasi oleh operator sekolah tujuan.

Read More

‘’Bukti daftar atau lapor diri cukup diarsipkan pribadi,’’ ujar Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Senin (6/7/2026).

Ia menyampaikan, sudah mengingatkan sekolah agar menghubungi calon murid yang sudah diterima atau dinyatakan lulus tapi belum mengajukan daftar ulang untuk segera melakukan proses daftar ulang. Ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan memastikan calon murid itu mendaftar ulang atau tidak di sekolah yang diterima.

‘’Daftar ulang menjadi bagian penting karena menentukan status calon murid sebagai murid baru. Apabila tidak dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan, calon murid berisiko dianggap mengundurkan diri,’’ tegasnya.

Agung Wiratama menambahkan, selain mengunggah surat pernyataan daftar ulang, calon murid juga wajib mengunggah buku tabungan atas nama calon murid. Persyaratan ini tertuang pada Keputusan Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.3.3/456/HK/2026 tentang Petunjuk Teknis PMB pada TK, SD dan SMP tahun ajaran 2025/2026 lampiran V mekanisme pelaksanaan PMB huruf C angka 4 salah satu poin persyaratan daftar ulang bagi calon murid pada SMP negeri yang dinyatakan diterima sesuai jalur pendaftaran, selain wajib menandatangani surat pernyataan daftar ulang dan mengunggah pada alamat web  https://denpasar.spmb.id, orang tua calon murid wajib mengunggah/menyerahkan buku tabungan atas nama calon murid, dikecualikan bagi murid afirmasi.

Ia mengatakan, persyaratan mengunggah tabungan Simpel (Simpanan Pelajar) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Keuangan Nasional Inklusif, Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 8 Tahun 2022 tentang Akselerasi Implementasi Satu Rekening Satu Pelajar, dan keberhasilan Kota Denpasar telah terpilih sebagai pilot project (proyek percontohan) dan penerima Kejar Award nominasi wilayah implementasi Kejar terbaik tingkat kota se-Indonesia dari Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia.

Karenanya, Agung Wiratama mengutarakan, penting penguatan sinergi antar pemerintah dengan lembaga pendidikan dalam mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Mendorong percepatan kepemilikan rekening tabungan bagi pelajar. Pemanfaatan Kota Denpasar sebagai percontohan nasional terhadap praktik baik implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar. ‘’Dan, penguatan karakter meningkatkan literasi keuangan bagi pelajar sejak dini, melalui praktek langsung menabung,’’ sebutnya.

Lebih jauh disampaikan, program Kejar adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Program ini mendorong setiap pelajar memiliki tabungan sendiri untuk menabung dan belajar mengelola keuangan sejak dini.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memotivasi siswa agar lebih bertanggung jawab terhadap keuangan mereka sendiri, tetapi juga untuk memberikan pemahaman yang kuat tentang pentingnya merencanakan masa depan dari aspek finansial. ‘’Dengan memulai menabung sejak dini dan memahami cara menggunakan rekening tabungan, para siswa telah melangkah ke arah yang tepat untuk menciptakan masa depan finansialnya dengan lebih sehat dan peka,’’ katanya.

Saat ini program Kejar sudah menjadi salah satu program TPKAD di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi akses keuangan yang inklusif bagi pelajar, sehingga mampu mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik di masa depan. ‘’Harapan besar pemerintah melalui program Simpel (Simpanan Pelajar) ini adalah untuk mendukung Gerakan Indonesia Menabung sebagai upaya membentuk generasi penerus yang memiliki keterampilan keuangan yang memadai menuju kesejahteraan,’’ pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.