Kader GMNI Diajak Bangun Kesadaran Politik Sejak Dini

Putra Wiratma. Foto: ist
Putra Wiratma. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Keberlanjutan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik. Karena itu, pemuda didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, tapi turut mengambil peran sebagai agen perubahan yang aktif mengawal demokrasi. Harapan itu disampaikan anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, saat menghadiri kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Dewan Pengurus Komisariat GMNI Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Sabtu (4/7/2026).

Menurut Wiratma, demokrasi merupakan sistem yang memberi ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam menentukan arah kebijakan publik. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Kehadiran Bawaslu dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan demokrasi, sekaligus membangun kesadaran politik generasi muda sejak dini.

Read More

“Pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan inovasi, menggerakkan partisipasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya cita-cita nasional melalui semangat, idealisme, dan kreativitas yang dimiliki,” jelas Wiratma.

Lebih jauh dia menyampaikan, Pemilu merupakan manifestasi nyata dari kedaulatan rakyat dalam negara demokrasi. Tingginya tingkat partisipasi politik masyarakat, khususnya dari kalangan generasi muda, menjadi indikator semakin tumbuhnya kesadaran berbangsa dan bernegara.

Dalam beberapa penyelenggaraan Pemilu terakhir, lanjutnya, jumlah pemilih dari kalangan milenial dan Gen Z terus meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan generasi muda memiliki posisi yang semakin menentukan dalam membentuk arah demokrasi Indonesia di masa mendatang.

Anggota Bawaslu Kabupaten Buleleng, Gede Ganesha, juga mengajak para peserta PPAB untuk menyadari besarnya tanggung jawab generasi muda dalam menentukan kualitas demokrasi. Sebagai representasi anak muda, dia percaya pihak yang paling berkepentingan terhadap demokrasi adalah para pemuda. “Hari ini jumlah pemilih di Indonesia didominasi oleh generasi muda. Artinya, masa depan demokrasi dan hasil-hasil demokrasi akan sangat ditentukan oleh partisipasi anak muda,” ungkap Ganesha.

Dia turut mengingatkan agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap politik. Menurutnya, melalui mekanisme demokrasi, masyarakat memiliki ruang konstitusional untuk menghadirkan perubahan melalui Pemilu maupun Pilkada.

“Jangan pernah apatis terhadap politik, karena melalui politiklah kita memiliki kesempatan untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat. Ketika proses demokrasi dijalankan dengan baik, maka kita semua memiliki peluang untuk mewujudkan cita-cita bersama,” tegasnya.

Selain meningkatkan kesadaran politik, Ganesha juga mendorong peserta untuk memanfaatkan organisasi sebagai ruang pembelajaran. “Organisasi tidak hanya membentuk kapasitas kepemimpinan dan memperkuat solidaritas, juga menjadi sarana memperluas jejaring serta pengalaman yang bermanfaat dalam menghadapi dunia kerja,” pesannya menandaskan. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.