POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Desa Adat Penatih Puri menyalurkan dana sosial motivasi pendidikan kepada 25 murid baru krama Desa Adat Penatih Puri, yang tahun ini diterima di jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK). Penyerahan secara simbolis dana sosial motivasi pendidikan tersebut diserahkan oleh Bendesa Adat Penatih Puri, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, SH., bersamaan dengan pembukaan pasraman alit-alit Desa Adat Penatih Puri tahun 2026 pada Minggu (5/7/2026) di Wantilan Desa Adat Penatih Puri.
Dana sosial motivasi pendidikan ini sebagai bentuk perhatian desa adat terhadap dunia pendidikan untuk mendukung semangat para murid baru dalam melanjutkan proses belajar. Setiap murid baru menerima dana sebesar Rp500 ribu.
Dana tersebut bersumber hasil pembagian laba Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Penatih Puri tahun buku 2025. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kebutuhan pendidikan para murid baru. “Ini adalah bentuk motivasi kami dari desa adat agar anak-anak tetap semangat bersekolah,’’ ujar Marhaendra Jaya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini akan terus didorong oleh Desa Adat Penatih Puri, mengingat pendidikan merupakan salah satu investasi penting bagi masa depan generasi muda di Desa Adat Penatih Puri.
Setiap anak penerima dana sosial motivasi pendidikan ini juga wajib memiliki rekening di LPD Desa Adat Penatih Puri. Dengan begitu, program ini sekaligus menggemakan gerakan menabung sejak dini dan juga untuk memajukan dunia pendidikan.
Diakui, LPD tidak hanya mencari profit, namun bagaimana memberikan manfaat kepada masyarakat. Sehingga, LPD mengajari anak-anak untuk gemar menabung dan menanam prinsip menabung di LPD sejak dini.
Marhaendra Jaya yang juga anggota DPRD Provinsi Bali ini berharap, dengan bantuan ini para siswa dapat menggunakan dana tersebut untuk keperluan pendidikan seperti membeli perlengkapan sekolah, buku, maupun penunjang kegiatan belajar lainnya. Desa Adat Penatih Puri berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada sektor pendidikan dalam program-program berikutnya.
Sementara itu, kegiatan pasraman alit-alit diikuti oleh puluhan peserta dari tiga banjar yang ada di wilayah Desa Adat Penatih Puri, yakni Banjar Saba, Banjar Pelagan, dan Banjar Laplap Sengguan. Kegiatan untuk mengisi kegiatan liburan sekolah ini diisi dengan berbagai pembinaan. Seperti belajar menulis aksara Bali, pesantian, pidarta bahasa Bali, dan membuat penjor.
“Kegiatan ini juga memberikan ruang kepada anak-anak untuk saling mengenal dan beradaptasi dengan teman-teman dari luar banjar dalam satu desa adat,” ujar Marhaendra Jaya.
Tidak hanya itu, kata Marhaendra Jaya, kegiatan ini merupakan bentuk tindakan nyata untuk mengajak anak-anak berperan dalam melestarikan seni, adat, dan budaya Bali. “Dengan semangat yang tinggi diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi generasi milenial di Desa Adat Penatih Puri,’’ tandasnya. tra






















