Soal Pengiriman Atlet Lolos PON XXI 2024, KONI Badung dan KONI Bali Beda Pandangan

KETUA Umum KONI Badung Made Nariana saat diwawancara sejumlah media, disela-sela pembukaan kejuaraan kareta bertajuk ''KONI Badung Sport Tourism 2023'' di GOR Purna Krida, Kerobokan. foto: yes

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Ketua Umum KONI Badung Made Nariana berbeda pandangan dengan Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan, terkait pengiriman atlet-atlet sudah lolos atau yang mengantongi tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh).

Dalam sebuah wawancara yang dilansir posmerdeka.com dari konibadung.com, Oka Darmawan mengatakan, para atlet yang kini sudah dinyatakan lolos dan meraih tiket PON di Babak Kualifikasi (BK), selanjutnya akan diseleksi (disaring) lagi oleh KONI Bali.

Read More

Menanggapi hal itu, Made Nariana mengaku tidak setuju. Sebab atlet yang lolos PON pasti sudah berjuang habis-habisan saat bertanding di BK PON (pra-PON). ”Kalau kemudian disaring lagi, kasihan atlet yang sudah lolos, karena mereka sudah berjuang habis habisan. Terlebih lagi, saya dengar banyak atlet/cabor berangkat dengan dana pribadi karena dana KONI Bali untuk BK tidak cukup,” tegas Nariana saat dikonfirmasi Rabu (25/10/2023).

Selain itu, pencoretan atlet yang sudah lolos PON, akan mempengaruhi psycologis atlet bersangkutan. Apalagi sejumlah media sudah menyebut atau memberitakan atlet bersangkutan lolos ke PON, lantas tiba-tiba dicoret. ”Coba bayangkan, bagaimana mental atlet itu,” imbuh Nariana prihatin.

KONI Bali, tambah Nariana, katanya sudah menyiapkan tim review untuk menyesuaikan target yang dijanjikan masing-masing cabor. ”Apakah tim review KONI Bali bisa menjamin terealisasinya target medali khususnya medali emas? Saya kira belum jaminan juga,” tukasnya.

Sebab dalam dunia olahraga, baik yang terukur maupun yang tidak, segalanya bisa terjadi di lapangan. Jangan dilupakan, setiap atlet punya hoki masing-masing saat mereka bertanding. ”Contohnya, Asian Games yang baru lalu, bulutangkis ditarget meraih 3 emas. Jangankan medali emas, perunggu saja nggak dapat. Kemudian menembak yang tak diperhitungkan malah sukses menyumbang 2 emas untuk Indonesia,” beber Nariana.

Lantas apa solusinya? ”Untuk mengatasi itu, pertama; adalah berjuang habis-habisan ke pemprov Bali sehingga dana KONI terpenuhi untuk kepentingan PON. Sebaiknya, KONI Bali tak mengekpose yang aneh-aneh (atlet lolos PON akan disaring lagi,-red), dimana saat atlet-atlet Bali dari berbagai cabor sedang mengikuti BK PON. Ini sama artinya melemahkan semanga mereka,” ujar Nariana.

Kedua; Nariana minta pembatasan para pengurus KONI yang biasanya rame-rame ikut setiap hajatan PON, tidak jelas apa tugas tugasnya. Hal ini juga salah satu untuk mengatasi masalah pendanaan PON XXI.

”Hemat saya, pengurus yang punya tanggungjawab jelas saja dikirim ke PON. Ketiga; atribut atlet ke PON disederhanakan, sehingga tidak ada sampai atlet lolos PON jadi korban,” pungkasnya.

Sebelumnya, Oka Darmawan dalam suatu kesempatan mengatakan tim review akan terus bekerja, menyesuaikan target yang dijanjikan masing-masing cabor dengan capaian yang diperoleh di BK PON. “Yang kita inginkan itu adalah yang riil. Semua ingin emas, tetapi riilnya berapa, itu tergantung kemampuan kita, lawan, dan juga anggaran nantinya”, ujarnya.

Oka Darmawan mengatakan KONI Bali dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki memberangkatkan 54 cabor untuk mengikuti BK PON. Atlet-atlet yang lolos nantinya akan disaring lagi, bila memenuhi standar KONI, dan berpotensi mendulang emas PON, maka otomatis para atlet akan diberangkatkan menuju PON 2024.

Dibandingkan dengan PON Papua yang mempertandingkan 37 cabang olahraga, Bali mampu mengumpulkan 28 keping medali emas dan bertengger di posisi lima besar. “28 itu emas dari 37 cabor. Sekarang ini yang dipertandingkan itu 67 cabor, jadi logikanya capaian kita harus berbanding lurus dengan itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, secara hitung-hitungan awal, saat ini potensi emas Bali dari cabor-cabor yang diikutkan BK PON berkisar di angka 50-60 medali emas. Jumlah tersebut dinilai realistis mengingat cabor yang dipertandingkan di ajang PON 2024 mencapai 67 cabor. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.