SMPN 2 Denpasar Ciptakan Stasiun Pengisian Smartphone Berbasis Tenaga Surya

STASIUN pengisian baterai smartphone karya SMPN 2 Denpasar yang diberi nama Dwi Surya Kencana ditampilkan saat pembukaan Spentwo Festival 4.0 serangkaian HUT ke-60 SMPN 2 Denpasar, Jumat (29/8/2025). Foto: tra
STASIUN pengisian baterai smartphone karya SMPN 2 Denpasar yang diberi nama Dwi Surya Kencana ditampilkan saat pembukaan Spentwo Festival 4.0 serangkaian HUT ke-60 SMPN 2 Denpasar, Jumat (29/8/2025). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Mendukung kampanye energi bersih, SMPN 2 Denpasar membuat stasiun pengisian baterai smartphone yang diberi nama Dwi Surya Kencana. Stasiun pengisian baterai dibuat dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi. Stasiun pengisian baterai ini ditampilkan saat pembukaan Spentwo Festival 4.0 serangkaian HUT ke-60 SMPN 2 Denpasar, Jumat (29/8/2025).

Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seniwati, mengatakan bahwa energi listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Ketergantungan pada listrik dari PLN menimbulkan biaya operasional yang cukup besar.

Read More

Oleh karena itu, pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya menjadi solusi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus memberikan edukasi nyata bagi siswa tentang pemanfaatan energi terbarukan. Dan, saat ini Smartphone menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan termasuk juga dalam dunia pendidikan.

“Pemanfaatan Smartphone di dunia pendidikan sangat cepat perkembangannya. Pada saat proses belajar siswa dalam hal penelusuran informasi, diskusi online, pengumpulan tugas dan lain-lain kini menjadi mudah. Oleh sebab itu kebutuhan akan sumber pengecasan pasti akan meningkat seiring meningkatnya aktivitas penggunaan smartphone. Ini adalah salah satu solusi untuk melayani kebutuhan tersebut,” ungkap Agung Seniwati.

Agung Seniwati juga mengatakan panel surya ini bekerja berdasarkan efek fotovoltaik, yaitu kemampuan sel surya (solar cell) untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Teknologi ini selain ramah lingkungan juga tidak membebani biaya listrik sekolah. Dengan adanya alat ini maka edukasi secara langsung/praktik pemanfaatan energi terbarukan dapat dilakukan kepada para siswa.

Perancangan dan pembuatan dilakukan sendiri murid SMPN 2 Denpasar yang tergabung pada ekstrakurikuler IPA, Elektro bersama guru-guru IPA. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah energi matahari akan dikonversi menjadi energi listrik oleh solar panel.

“Stasiun pengisian baterai ini sudah dimanfaatkan warga sekolah, terutama siswa. Astungkara alat ini dapat membantu kebutuhan pengisian daya ponsel di sekolah, mengurangi beban listrik sekolah dan pastinya menjadi wadah edukasi yang komprehensif tentang energi terbarukan kepada warga SMPN 2 Denpasar,” ungkap Agung Seniwati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, tak henti memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada SMPN 2 Denpasar. Kreativitas murid SMPN 2 Denpasar ini mampu mengaplikasikan materi yang diajarkan guru dengan langsung mempraktikkannya.

‘’Ini karya sangat luar biasa. Ke depan harapan kita ada inovasi-inovasi lain yang ada di SMPN 2 Denpasar sebagai motivasi kepada SMP-SMP lain di Kota Denpasar,’’ tandasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.