Begini Kronologi Siswi SMP Digilir Lima Pemuda di Tempat Kos

  • Whatsapp
TIGA pelaku dari lima pelaku persetubuhan siswi SMP, saat ditunjukkan oleh polisi di Mapolres Buleleng, Selasa (11/5/2021). Foto: rik
TIGA pelaku dari lima pelaku persetubuhan siswi SMP, saat ditunjukkan oleh polisi di Mapolres Buleleng, Selasa (11/5/2021). Foto: rik

BULELENG – Kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan sejumlah pria, kembali terjadi di Buleleng. Kali ini korbannya seorang siswi SMP berinisial LASP (13) berasal wilayah Kecamatan Seririt. Korban digilir lima pria di sebuah kos di wilayah Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Kejadiannya  pada Senin (26/4/2021) dan Selasa (27/4/2021) . Dari kelima tersangka ini, tiga di antaranya orang dewasa yakni Dewa Made Purna Yoga (19) warga Kecamatan Sukasada, Buleleng; Komang Bangkit Arya Utama (19) dari Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng; dan Putu Angga Pramayasa (19) asal Desa Pengelatan, Buleleng. Dua orang tersangka lainnya masih di bawah umur berinisial GS (17) dan PA (15) yang sama-sama warga Kecamatan Sukasada.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang diterima, kejadian ini bermula dari LASP (korban) dijemput oleh Dewa Yoga untuk diajak ke tempat kosnya pada Senin (26/4/2021) sekitar pukul 15.00 Wita. Di kos tersebut, korban disetubuhi oleh Dewa Yoga.

Selanjutnya, di lokasi yang sama sekitar pukul 18.30 Wita korban diajak berkenalan dengan pelaku GS yang merupakan teman Dewa Yoga. Pelaku GS bersama korban lalu masuk ke kamar kos. Di dalam kamar tersebut, GS sempat meraba kemaluan korban, namun mereka batal melakukan hubungan badan karena GS dipanggil oleh temannya.

Baca juga :  Garis Tangan, Buah Tangan dan Tanda Tangan

Setelah itu pada Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 01.30 Wita masih di kamar kos tersebut, korban kembali disetubuhi oleh pelaku PA.Kemudian sekitar pukul 03.00 Wita, giliran pelaku Bangkit datang ke kamar kos dan mengajak korban untuk berhubungan badan.

Lalu sekitar pukul 09.00 Wita korban berkenalan dengan pelaku Angga. Masih di kamar kos tersebut, pelaku Angga menyetubuhi korban. Korban baru diantarkan pulang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Seririt pada Rabu (28/4/2021) sekitar pukul 17.00 Wita.

Setiba di rumah, orang tua korban menanyakan kepergian korban selama dua hari. Saat diinterogasi, korban mengaku disetubuhi oleh beberapa pria. KA (45) selaku orang tua korban pun tidak terima, dan melaporkan kejadian ini ke Polres Buleleng.

Dari hasil penyelidikan, polisi langsung mengamankan para pelaku pada Selasa (5/5/2021). Kini ketiga tersangka dewasa telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Buleleng sejak Rabu (6/5/2021). Barang bukti yang diamankan yakni pakaian korban yang dipakai. Polisi juga telah mengantongi hasil visum yang menyatakan korban mengalami robekan pada selaput dara.

Seizin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, AKP Suseno, mengatakan, kendati aksi persetubuhan ini terjadi didasarkan suka sama suka, namun mengingat korban merupakan anak di bawah umur, maka proses hukum tetap berjalan sesuai peraturan yang ada. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dalam kasus ini.

Baca juga :  BUMDes Kunci Penguatan Ekonomi Desa

‘’Kasus ini ditangani Unit PPA. Jadi, dalam penanganan kasus ini, yakni masing-masing tersangka ini juga menjadi saksi untuk tersangka lain. Dari keterangan saksi, ini saling mendukung bahwa telah terjadi tindak pidana persetubuhan yang dilakukan para pelaku,’’ ujar Suseno, Selasa (11/5/2021).

Menurut AKP Suseno, tidak semua tersangka dilakukan penahanan, mengingat dua tersangka lainnya ini adalah masih di bawah umur. ‘’Kelima tersangka ini ada hubungan pertemanan. Sementara dengan korban, ada yang berteman dan beberapa baru kenalan,’’ ujar Suseno.

Salah satu tersangka, Dewa Yoga, mengaku sudah mengenal korban LASP sejak dua bulan lalu. Dari penuturan korban kepadanya, jika korban pergi sudah berpamitan dengan orangtuanya. ‘’Ini sudah dua kali bertemu. Karena katanya sudah ada izin orang tuanya, saya ajak ke kos,’’ ujar Dewa Yoga.

Para tersangka terancam dijerat Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. Untuk para tersangka yang masih di bawah umur tetap akan menjalani proses hukum meskipun tidak dilakukan penahanan. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.