Siswa SMK PGRI 5 Denpasar “Direbut” Pengusaha Sebelum Tamat

KASEK Ni Ketut Nuka dan Wayan Darya Kusuma saat melepas siswa kelas XII SMK PGRI 5 Denpasar, Selasa (31/5/2022). Foto: ist
KASEK Ni Ketut Nuka dan Wayan Darya Kusuma saat melepas siswa kelas XII SMK PGRI 5 Denpasar, Selasa (31/5/2022). Foto: ist

DENPASAR – SMK PGRI 5 Denpasar dikenal sukses mengelola sekolah. Siswanya menjadi rebutan pengusaha pariwisata di Bali sebelum mereka tamat. Terlebih saat ini pariwisata Bali mulai bangkit setelah dihantam badai Covid-19 selama dua tahun ini.

Kepercayaan pengusaha pariwisata di Bali terhadap lulusan SMK PGRI 5 Denpasar membuat Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ni Ketut Nuka, tersenyum mengembang saat melepas 914 siswa kelas XII, Selasa (31/5/2022). Hal ini dibukti 45 persen dari siswa kelas XII yang dilepas tahun ini sudah bekerja kerena kualitas. Sisanya masih tinggal beberapa bulan lagi menunggu bekerja atau kuliah sambil bekerja.

Read More

Dia mengatakan, banyak pengusaha pariwisata di Bali minta lulusan SMK PGRI 5 Denpasar untuk diangkat sebagai karyawan. Ini yang membuat banyak siswanya sudah bekerja sebelum tamat. Begitu selesai ujian mereka sudah bekerja secara penuh. Bahkan ada lulusan SMK PGRI 5 Denpasar yang bekerja di Nusa Dua sudah bergaji Rp22 juta per bulan.

Untuk itu, dia meminta warga Denpasar yang ingin memiliki anak berkarakter, cerdas, terampil dan cepat bekerja bergabung dengan SMK PGRI 5 Denpasar. Pada PPDB tahun ini, SMK PGRI 5 Denpasar akan menerima 700 siswa baru. Menggembirakan, uang gedung tahun ini gratis. Dengan biaya Rp2,5 juta siswa baru sudah mendapatkan pakaian, SPP bulan Juli, dan asuransi.

Pelepasan siswa ditandai dengan penyerahan siswa dari Kasek Ketut Nuka kepada Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar, Drs. I Wayan Darya Kusuma, M.Pd., dan pengalungan insinye. Acara juga disaksikan Sekretaris Pengurus Perwakilan YPLP Provinsi Bali, Drs. AA Ketut Sumitra, MM., M.Si.; Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., dan kepala sekolah di lingkungan YPLP PGRI Kota Denpasar.

Nuka mengatakan, dari 924 siswa kelas XII yang dilepas, 438 siswa berasal dari Kompetensi Keahlian Perhotelan dan 476 siswa dari Tata Boga. Saat itu juga diserahkan penghargaan kepada siswa kelas XII peraih nilai tertinggi di masing-masing kompetensi keahlian dan siswa berprestasi.

Di Kompetensi Keahlian Perhotelan nilai tertinggi diraih Divtha Ayu Praditya, Ni Luh Putu Lia Anggreni, dan Ni Komang Mita Juni Asri. Di Tata Boga diraih Ni Made Ayu Sukma Rindy Artini, Ni Komang Lia Septiari, dan Lya Ariyanti. Sementara siswa berprestasi yaitu I Kadek Adi Pramana, Ni Putu Karisma Sulasih, Divtha Ayu Praditya, I Gusti Ngurah Putu Wisnu Pradana, dan I Putu Ardi Redana.

Nuka mengungkapkan rasa terima kasih kepada siswa yang dilepas karena sudah mampu menyerap segala iptek, keterampilan dan sikap mental positif selama digembleng tiga tahun di sekolah ini. Bahkan mereka juga dibekali keterampilan seni tari dan kerawitan. Ia berpesan tetaplah rendah hati, disiplin, dan jaga nama baik almamater.

Ketua Komite Wayan Darya Kusuma bangga dengan penguatan akademik di sekolah ini untuk menghasilkan output dan outcome berkualitas. Ia mengatakan, sarpras di sekolah ini sangat lengkap dengan didukung lab pariwisata berstandar internasional.

SMK PGRI 5 Denpasar di Jalan Kenyeri No. 31, Denpasar, memiliki 32 kelas, empat lab hotel dan dua lab komputer. Tahun ini menyiapkan air minum gratis di sekolah. Sehingga warga sekolah cukup membawa tumbler (botol minum) sebagai bentuk dukungan mengurangi sampah plastik.

Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana, bangga sekolah ini sudah mampu menjadi SMK sebenarnya yakni mencetak SDM siap kerja. Tinggal bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan terbaik. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.