POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait potensi bencana di SD Negeri 2 Rendang, Kecamatan Rendang, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini diikuti 212 siswa dan 10 guru sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Karangasem, serta lima orang staf BPBD.
Setelah sambutan Kepala SD Negeri 2 Rendang, sosialisasi dilanjutkan dengan penyampaian materi dasar-dasar kebencanaan oleh Kalaksa BPBD Karangasem. Dalam pemaparannya, para siswa diperkenalkan dengan 12 potensi bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem. Kalaksa Arimbawa mengatakan, kegiatan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah sangat penting untuk menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberi pemahaman kepada siswa dan guru tentang berbagai potensi bencana di Kabupaten Karangasem. Juga langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan bersama staf BPBD juga memberi materi terkait mitigasi bencana gempa bumi. Materi tersebut tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi langsung di masing-masing kelas.
Para siswa kemudian mengikuti simulasi penanganan bencana gempa bumi yang dipandu oleh tim BPBD. Dalam simulasi tersebut, siswa dan guru diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri, dan cara melakukan evakuasi secara aman saat terjadi gempa. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan edukasi kebencanaan di sekolah, BPBD Kabupaten Karangasem juga menyerahkan piagam penghargaan, matras, dan masker kepada pihak SD Negeri 2 Rendang. Melalui kegiatan ini, siswa dan guru diharap dapat memahami potensi bencana di daerahnya, serta mampu melakukan evakuasi diri secara mandiri apabila terjadi bencana, khususnya gempa bumi. nad
























