DENPASAR – SMK PGRI 5 Denpasar tetap menjadi sekolah terbaik, dikejar masyarakat karena kualitasnya. Ini berkat manajemen Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ni Ketut Nuka, beserta jajaran tak main-main mengelola pendidikan berkualitas.
Di tengah persaingan ketat merekrut siswa baru, SMK PGRI 5 Denpasar sukses menjadi SMK swasta terfavorit di Bali, karena mampu merekrut 455 siswa baru. Mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak, Senin (11/7/2022).
Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Ni Ketut Nuka, saat membuka MPLS merasa bersyukur karena sekolah diminati hampir seribuan calon siswa. Sedangkan yang daftar ulang 445 orang. Jumlah ini memang belum memenuhi target 800 orang sesuai kapasitas sekolah tahun ini.
Untuk itu, dia akan tetap membuka PPDB bagi warga Denpasar dan luar Denpasar yang belum mendapatkan sekolah guna mendukung program Gubernur Bali yakni Wajar 12 Tahun dan membangun manusia Bali sesuai visi Gubernur “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Dia berterima kasih karena masyarakat memberi kepercayaan penuh mendidik putra-putrinya di sekolah berkualitas ini.
Siswa baru SMK PGRI 5 Denpasar, I Kadek Agustian Kumara Jaya, alumni SMPN 1 Petang, mengakui memilih SMK PGRI 5 Denpasar karena selain dikenal memiliki fasilitas lab yang lengkap, lulusannya dikenal sangat cepat bekerja. Dia mengaku sejak SMP punya angan-angan untuk sekolah di SMK PGRI 5 Denpasar.
Hal senada juga dikatakan Made Dwi Resdana. Menurut lulusan SMPN 6 Tejakula ini, SMK PGRI 5 Denpasar sekolah berkualitas dan lingkungan pendidikannya sangat nyaman dan aman.
Mendapat pujian seperti demikian, Ni Ketut Nuka, mengatakan, kepercayaan ini akan dibalas dengan pelayanan akademis yang terbaik dengan fasilitas terbaik pula. Dengan demikian mereka kelak menjadi SDM yang memiliki masa depan. Mereka fokus disiapkan menjadi SDM siap kerja dan siap berwirausaha.
Termasuk memberikan siswanya keterampilan barista yang menjadi tren tahun ini. Makanya kepada 186 siswa jurusan Akomodasi Perhotelan dan 269 siswa jurusan Tata Boga, dia memotivasi banggalah menjadi warga SMK PGRI 5 Denpasar lewat penjaringan yang ketat.
Bahkan saat membuka MLPS, Kasek Ni Ketut Nuka, tampil interaktif dan menggugah rasa disiplin dan kejujuran siswa baru dengan menanyakan siswa baru apakah siswa baru benar menentukan pilihan di SMK PGRI 5 Denpasar. Semua serentak menjawab ‘’benar’’.
Di singgung ketatnya persaingan dalam PPDB tahun ini, Ni Ketut Nuka memohon kepada pemerintah agar dalam PPDB berpihak pada sekolah swasta. Jika pun dengan alasan membantu masyarakat, ia menegaskan, bantulah sewajarnya jangan sampai melebihi ambang batas kewajaran.
Termasuk pula ketika ada keinginan pemerintah menambah sekolah negeri, agar diperhatikan keberadaan yang sudah ada. Jangan mematikan sekolah swasta yang sudah ada. Ni Ketut Nuka menyebut, sekolah swasta itu ada jika ada siswa. Ada siswa ada sekolah, ada sekolah ada guru.
Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar, Drs. I Wayan Darya Kusuma, M.Pd., juga bangga serta berterima kasih kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikan terbaik di SMK PGRI 5 Denpasar. Dengan fasilitas lengkap dan model pelayanan dari hati ke hati membuat semua siswa merasa dilayani dengan baik. tra
























