POSMERDEKA.COM, BANGLI – Para pegawai di Kantor Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli berlari meninggalkan gedung menuju halaman guna menyelamatkan diri. Dengan peralatan seadanya untuk melindungi kepala, mereka bergerak cepat menuruni tangga menuju titik kumpul evakuasi terdekat. Aksi ini merupakan bagian dari simulasi evakuasi yang digelar Pemerintah Kecamatan Tembuku, Kamis (31/10/2024).
Camat Tembuku, I Putu Sumardiana, mengatakan, simulasi bencana rutin digelar setiap bulan sebagaimana perintah Pjs. Bupati Bangli, I Made Rentin. “Ini untuk melatih bagaimana cara mengantisipasi ketika terjadi bencana,” ucapnya.
Selain di kecamatan, hal serupa juga dilakukan di masing-masing desa yang ada di Kecamatan Tembuku. Terlebih semua desa yang ada diwajibkan membentuk tim siaga bencana, dengan anggota prajuru dan semua komponen yang ada di desa.
“Ada enam desa pemerintahan di Tembuku. Dan, sejak setahun lalu kami lakukan pembinaan, kini semuanya sudah punya tim siaga atau tim penanggulangan bencana,” jelas Sumardiana, seraya menguraikan, tim ini penting. Selain sebagai bentuk tanggap ketika terjadi bencana, juga bisa menyiapkan data yang valid mengenai kebencanaan.
Disinggung terkait simulasi, Sumardiana mengungkapkan simulasi evakuasi ini menggunakan skenario kejadian gempa bumi. Menurut dia, simulasi evakuasi bencana ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran, juga mengedukasi masyarakat, di daerah rawan bencana.
Terlebih berkaca pada pengalaman saat terjadi erupsi Gunung Agung, wilayah Kecamatan Tembuku masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB-3) karena wilayahnya berada paling timur.
“Simulasi ini penting ya, selain kita tahu bagaimana evakuasi saat terjadi bencana, kita juga dibekali cara-cara penyelamatan dalam keadaan darurat. Misal seperti tadi, berlari ke arah lapangan dengan posisi tangan melindungi kepala,” ungkapnya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Tembuku, bisa mengetahui cara menyelamatkan diri. Pula langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana seperti gempa bumi. gia
























