Sesalkan Kader Demokrat Tak Serius Urus Pencalonan, PPP Sebut Dukungan ke Iron-Edwin Bisa Ditinjau Ulang

Muzihir. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ketua DPW PPP NTB, Muzihir, menyebut dukungan kepada pasangan calon (paslon) Haerul Warisin dan Edwin Hadiwijaya atau Iron-Edwin di Pilkada Lotim 2024, dapat ditinjau ulang. Hanya, pencabutan dukungan dilakukan sepanjang kader PPP, Hazmi Hamzar, yang maju sebagai bakal calon Bupati dapat menunjukkan parpol koalisi dan bakal calon Wakil Bupati definitif.

“Saya siap mencabut dukungan ke paslon Iron-Edwin. Syaratnya, sebelum pendaftaran ke KPU Lotim, TGH Hazmi final menyerahkan dukungan parpol dan pasangannya,” sebut Muzihir di DPRD NTB, Senin (12/8/2024).

Read More

Wakil Ketua DPRD NTB ini mengaku berkomitmen mengusung kader di semua perhelatan Pilkada Serentak 2024. Namun, untuk Pilkada Lotim, PPP hanya memiliki empat kursi di DPRD Lotim. Makanya butuh tambahan enam kursi untuk bisa memenuhi syarat ketentuan.

Dia memaparkan, Haerul Warisin dan Edwin Hadiwijaya sebenarnya sudah cukup kursi dukungan parpol tanpa mengikutkan PPP untuk mendaftar di KPU. “Kenapa DPP memberi dukungan ke Iron-Edwin? Karena PPP enggak mau digantung,” tegasnya.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi Hazmi Hamzar. Sebagai bakal calon Bupati yang memperoleh surat tugas partai, justru dia yang agresif melobi semua parpol. Mulai Partai Demokrat dan Partai Hanura hingga level DPP di Jakarta. Sayang, Lalu Satriadi sebagai calon Wakil Bupati yang juga Bendahara Partai Demokrat NTB, justru terlihat hanya terima beres alias santai-santai saja.

“Lazimnya pasangan Pilkada itu harus jalan barengan untuk melobi parpol masing-masing. Apalagi statusnya adalah kader parpol. Tapi ini aneh, justru kader saya yang bolak-balik ke Jakarta mengurus rekomendasi parpol,” sesalnya.

Sebelum memutuskan mendukung Iron-Edwin, dia sempat menelepon Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman (IJU). Yang ditanyakan adalah sejauh mana progres dukungan Demokrat untuk Lalu Satriadi. Jawabannya, Lalu Satriadi juga dianggap tidak serius mengurus pencalonannya. Di sisi lain, tenggat surat tugas DPP PPP untuk pencalonan Hazmi Hamzar selesai tanggal 5 Agustus 2024.

Dua kader PPP lainnya, Weis Arqurnain di Pilkada Mataram dan Syirajuddin di Pilkada Dompu, justru memperoleh kejelasan dukungan parpol lain melalui penerbitan B1KWK dan calon kepala daerah pendampingnya.

Surat rekomendasi yang dikirim DPW PPP NTB ke DPP ada dua nama, yakni Hazmi Hamzar dan Haerul Warisin. Minggu (11/8) baru diterbitkan. “Tentu DPP punya pertimbangan lain. Salah satunya belum jelas dukungan parpol pendamping hingga calon Wakil Bupati dari Pak Hazmi,” jelas Muzihir.

Soal kabar Haerul Warisin selalu Ketua DPC Partai Gerindra Lotim belum memperoleh B1kWK dari DPP Partai Gerindra, yang membuat Hazmi menggandeng Lalu Gede Muhammad Khairul Fatihin, dia enggan menanggapi. Dia cuma menegaskan Hazmi adalah pamannya, dan dia tak mau Hazmi dipermainkan seperti sekarang.

“Dukungan ke Iron-Edwin itu bisa kami evaluasi asalkan Pak TGH Hazmi bisa mengoptimalkan dukungan parpol lain sebelum pendaftaran ke KPU Lotim,” jawabnya menandaskan. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.