GIANYAR – Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo, di Catus Pata (perempatan) Puri Agung Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (16/3/2021) disambut dengan iringan gambelan Semara Pegulingan dan Gong Gede.
Presiden yang galib dengan dipanggil Jokowi itu tiba sekitar pukul 12.15 didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan disambut Wakil Gubernur Tjokorde Oka Arta Ardana Sukawati serta Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Sebelum masuk ke Puri Agung Ubud untuk meninjau vaksinasi masal, Jokowi menyapa warga dengan melambaikan tangan.
Pada kesempatan itu Jokowi menitipkan pesan penting kepada masyarakat, bahwa kita semua harus bersyukur proses vaksinasi dimulai secara bersamaan di Provinsi Bali. “Kita harapkan dengan banyaknya masyarakat yang telah vaksin akan menjadi herd immunity, kekebalan komunal, akan terbentuk, laju Covid-19 bisa kita kurangi, bisa kita hambat,” ujar Jokowi
Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan semua bupati/ Walikota se-Bali, karena tidak kenal lelah mengingatkan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Apabila penyebaran Covid-19 melandai bahkan hilang, sebutnya, nanti akan mulai satu per satu pembukaan di bidang ekonomi, khususnya pariwisata di Provinsi Bali. “Saat ini kita harus akui situasi masih belum normal,” jelasnya.
Pada saat Jokowi minta Bupati menyampaikan masukan terkait PPKM Mikro, koneksi internet mengalami gangguan. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, hanya sempat menyampaikan kesembuhan di kabupaten tersebut mencapai 91 persen.
Terkait vaksinasi dengan sasaran 97 ribu penduduk, yang divaksinasi mencapai 37 ribu, yang kurang 50 ribu. Setelah memaparkan itu, koneksi internet terputus. Begitu juga ketika Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung menguraikan kondisi wilayahnya, terjadi gangguan koneksi.
Setelah melakukan kunjungan, Jokowi kemudian bertolak meninjau Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa, Klungkung. Namun, sebelum itu, dia dan rombongan makan siang di restoran Bebek Tepi Sawah, Banjar Teges, Desa Peliatan Ubud, Gianyar.
Kelian Dinas Banjar Bentuyung, Kelurahan Ubud, Gusti Putu Gede Bupayasa mengaku mengajak sekitar 50 warganya mengikuti vaksinasi massal. Mereka terdiri dari pemangku, prajuru adat, pemuda, seniman, dan sekaa gong. Dia berharap dengan ada vaksinasi massal ini kehidupan bisa kembali normal seperti sedia kala. “(Harapannya) pariwisata Ubud kembali dibuka, sebab sebagian besar warga bergelut di pariwisata,” ucapnya.
Seniman asal Ubud, AA Anom Putra yang akrab disapa Gung Anom Baris (55), mengaku senang bisa divaksin di hadapan Presiden Jokowi. Dia divaksin dengan masih mengenakan pakaian penari Hanoman lengkap. “Suatu kehormatan divaksin di hadapan Bapak Jokowi,” ungkapnya.
Seniman yang telah melanglang buana hingga ke Eropa dan Asia ini mengajak masyarakat tidak takut divaksin. “Bersama Pak Presiden tadi, rasa divaksin biasa saja. Harus berani divaksin agar Bali cepat dibuka,” ajaknya. adi
























