Selly Ingin Jadikan Kota Mataram Ramah bagi Disabilitas

  • Whatsapp
CALON Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani menggelar dialog interaktif dengan kelompok penyandang disabilitas tuna rungu di Kota Mataram dan sekitarnya, Sabtu (8/8). Foto: ist
CALON Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani menggelar dialog interaktif dengan kelompok penyandang disabilitas tuna rungu di Kota Mataram dan sekitarnya, Sabtu (8/8). Foto: ist

MATARAM – Calon Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani menggelar dialog interaktif dengan kelompok penyandang disabilitas tuna rungu di Kota Mataram dan sekitarnya. Dialog digelar di kediaman Hj. Selly di Jalan Panji Masyarakat, Kota Mataram, Sabtu Malam (8/8).

Selly secara langsung menyerap masukan dan keluhan dari penyandang disabilitas, terkait keluhan mereka selama ini dan sejauh mana mereka mendapatkan akses yang setara terhadap kehidupan mereka di Kota Mataram. Dialog interaktif tersebut dipandu penerjemah, Ema Ramdani dengan menggunakan bahasa isyarat.

‘’Untuk menjadi calon Wali Kota bunda ingin menyerap aspirasi apa yang nanti akan bunda laksanakan kalau bunda terpilih menjadi Wali Kota. Kalau ada kurang puas bisa disampaikan ke bunda, Insyaallah kalau bunda terpilih maka bunda akan laksanakan,’’ kata Hj. Putu Selly Andayani di hadapan belasan disabilitas yang hadir.

Selly juga mengungkapkan dirinya berpasangan dengan TGH Abdul Manan untuk maju di Pilkada Kota Mataram. Ia mengatakan, akan menjadikan Mataram sebagai kota yang ramah dan inklusif terhadap kelompok disabilitas.

Baca juga :  Lagi, 1 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal, Sembuh 20 Orang, Positif Bertambah 33 Orang

‘’Bunda ingin silaturahim ini terus berjalan sampai kapanpun,’’ imbuh calon Wali Kota idola dengan jargon Mataram Berkah dan Cemerlang ini.

Turut hadir juga Ketua Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Geratin) NTB , Edi Suciarman dan Ketua Geratin Kota Mataram, Ahmad Fikri Hidayat.

Sementara, beberapa kelompok disabilitas memberikan keluhan dan masukan terhadap Hj. Selly. Beragam masukan mereka berikan dengan menggunakan bahasa isyarat yang langsung diterjemahkan oleh penerjemah yang disediakan. Mereka mengeluhkan sarana informasi seperti siaran televisi yang tidak menyiapkan subtitle atau teks penerjemah, membuat mereka kesulitan mengakses informasi maupun hiburan.

Banyak informasi yang cukup penting, namun justru tidak ramah bagi kelompok disabilitas seperti tunarungu karena tidak menyediakan penerjemah. ‘’Karena penderita tuna rungu mengandalkan visual. Untuk acara televisi perlu ditambahkan subtitle agar kami bisa memahami dan menangkap pesan pesan  siaran televisi itu,” kata Zaini , seorang penderita tuna wicara ini.

Baca juga :  Bupati-Wabup Karangasem Ucapkan Selamat Galungan dan Kuningan, Ajak Tetap Disiplin Terapkan Prokes

Selain itu, soal pendidikan formal juga masih menjadi kendala bagi disabilitas. Mereka mengeluhkan soal akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Menanggapi itu, bunda Selly berjanji akan memfasilitasi mereka menempuh pendidikan formal, sehingga hak mendapatkan pendidikan yang baik dapat terwujud. ‘’Jika kami (Selly-Manan) menang akan jadi perhatian khusus pendidikan formal kalian. Kumpulkan saudara-saudara kita (penyandang disabilitas) nanti kami yang menyiapkan fasilitasnya. Karena semua punya hak yang sama di NKRI ini,’’ ujarnya.

Selain itu, kelompok disabilitas juga menginginkan pekerjaan yang setara dengan masyarakat umumnya yang dapat mereka kerjakan. Mereka juga memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

Berbagai keluhan disampaikan oleh kelompok disabilitas. Mereka ingin, Walikota Mataram terpilih nantinya juga menyediakan beasiswa bagi mereka untuk menempuh pendidikan. Karena, meskipun kondisi fisik mereka terbatas, namun semangat belajar tetap tinggi. Hal itu dibuktikan dari beberapa penyandang disabilitas yang lancar menggunakan bahasa Inggris.

Baca juga :  RSP Giri Emas jadi Pusat Penanganan COVID-19 di Buleleng

Gawi , seorang penderita buta mengutarakan aspirasi para disabilitas dalam soal pendidikan ingin diperlakukan sama, termasuk kuliah di universitas negeri. ‘’Di Mataram ini , hanya IKIP menyediakan tempat kuliah untuk disabilitas, itu pun biayanya mahal. Untuk saya berharap jika bunda selly kelak terpilih, perlu dipikirkan aturan yang membolehkan para disabilitas bisa kuliah di universitas negeri di Mataram dengan biaya terjangkau,’’ ujar Gawi , seorang pelajar kelas 3 di SMAN  6 Mataram yang selalu  juara kelas dan   mahir berbahasa Inggris dengan grammar yang tertata dengan baik.

Sementara itu, Fikri berharap kepada Selly Manan agar dirinya dan rekan rekannya sesama penderita disabilitas tuna rungu diberikan kepercayaan berjuang bersama Selly Manan. ‘’Karena bunda Selly telah menunjukkan kepedulian kepada kaum disabilitas. Insya Allah kami akan mempromosikan ibu. Untuk itu mohon kami diberikan alat  yang bisa dipakai sarana untuk mempromosikan Selly Manan,’’ tutur Fikri.

Terhadap semua masukan penderita tuna rungu ini , Selly Manan  berjanji pada mereka untuk menyiapkan fasilitas pendidikan maupun pekerjaan yang layak untuk mereka. Tidak hanya itu, Selly juga akan tetap membuka ruang dialog interaktif dengan penyandang disabilitas untuk mendengarkan setiap keluhan dan masukan mereka. 033

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.