Sekolah PGRI Komitmen Menghadirkan Pendidikan yang Adaptif dan Inovatif

KADISDIKPORA Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, bersama Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, foto bersama jajaran pengurus YPLP PGRI Bali serta para peserta talkshow yang digelar YPLP PGRI Provinsi Bali di Sekretariat YPLP PGRI Bali di SMK PGRI 4 Denpasar, Kamis (9/7/2026). Foto: ist
KADISDIKPORA Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, bersama Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, foto bersama jajaran pengurus YPLP PGRI Bali serta para peserta talkshow yang digelar YPLP PGRI Provinsi Bali di Sekretariat YPLP PGRI Bali di SMK PGRI 4 Denpasar, Kamis (9/7/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Komitmen sebagai sekolah yang adaptif dan inovatif kembali ditegaskan sekolah PGRI melalui agenda talkshow yang digelar YPLP PGRI Provinsi Bali di Sekretariat YPLP PGRI Bali di SMK PGRI 4 Denpasar, Kamis (9/7/2026). Talkshow mengambil tema “Tata Kelola SDM Bali Unggul untuk Pendidikan Bermutu” dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.

Agenda talkshow juga dihadiri Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta menghadirkan dua narasumber inspiratif, I Wayan Suwira selaku Pengawas Disdikpora Bali, serta Erry Trisna Nurhayana selaku Pengawas Disdikpora Kota Denpasar. Kegiatan diikuti pengurus YPLP PGRI kabupaten/kota se-Bali, kepala sekolah PGRI se-Bali, wakil kepala sekolah bidang kurikulum sekolah PGRI se-Bali. Sedangkan secara daring diikuti oleh seluruh guru serta pegawai sekolah PGRI di Bali.

Read More

Ketua YPLP PGRI Bali, I Gusti Ngurah Wirata, mengungkapkan, kegiatan talkshow ini merupakan salah satu program kerja YPLP PGRI Bali tahun 2026. Melalui format talkshow, YPLP PGRI Bali ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi seluruh sekolah untuk saling berbagi pengalaman, menyampaikan praktik-praktik baik yang telah dilaksanakan, sekaligus mendiskusikan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi kurikulum. Sekaligus menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah-sekolah PGRI Bali.

Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi mampu menghasilkan komitmen bersama untuk melakukan perubahan nyata di sekolah masing-masing. Diakui, transformasi pendidikan harus dimulai dari perubahan pola pikir, budaya kerja, peningkatan kompetensi SDM, serta kolaborasi yang kuat di seluruh satuan pendidikan PGRI di Bali.

‘’Mari kita jadikan sekolah PGRI di Bali sebagai sekolah yang adaptif terhadap perubahan, unggul dalam tata kelola, profesional dalam pelayanan, inovatif dalam pembelajaran, dan mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, berkompetensi, serta siap menghadapi tantangan masa depan,’’ serunya.

Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada YPLP PGRI Bali atas terselenggaranya kegiatan yang sangat strategis ini. Tema yang diangkat dalam talkshow ini menyentuh langsung salah satu persoalan paling mendasar dalam pembangunan pendidikan.

‘’Kita boleh memiliki gedung yang megah, kita boleh memiliki teknologi yang canggih, kita boleh memiliki kurikulum yang terus diperbaharui. Tetapi pada akhirnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelolanya,’’ ujar Eddy Mulya.

‘’Karena itu, ketika kita berbicara tentang pendidikan bermutu, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang bagaimana membangun guru yang profesional, kepala sekolah visioner, tenaga kependidikan yang kompeten, pengawas yang transformatif, serta tata kelola yayasan yang sehat, transparan, adaptif, dan berorientasi pada mutu,’’ sebutnya.

Eddy Mulya menegaskan, sekolah PGRI tidak boleh hanya bertahan. Sekolah PGRI harus bertumbuh. Sekolah PGRI harus bertransformasi. Dan, sekolah PGRI harus mampu menjadi pilihan utama masyarakat. Ia menyebutkan, ada lima agenda penting yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, tata kelola SDM harus berbasis kompetensi dan kinerja. Kedua, pengembangan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan. Ketiga, harus memperkuat kepemimpinan sekolah transformatif. Keempat, transformasi digital harus menjadi budaya kerja. Dan, kelima, sekolah PGRI harus memiliki keberanian untuk membangun keunggulan.

Apresiasi terselenggaranya talkshow sekolah PGRI ini juga disampaikan Kadisdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. Ia mengatakan, SDM Bali Unggul merupakan program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, untuk membangun kualitas manusia Bali yang berdaya saing, cerdas berkarakter dan berakar pada kearifan lokal. Membentuk SDM yang tidak hanya pintar secara intelektual tapi juga memiliki kepribadian, berkarakter dan tetap menjunjung tinggi budaya serta berkearifan lokal Bali.

Ia mengatakan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 diharapkan menjadi bagian dari transformasi pendidikan Bali, terutama dalam mengubah pola pikir masyarakat dalam memilih dan melihat layanan pendidikan berkualitas serta upaya menghapus dikotomi sekolah swasta dan negeri. Dan, SPMB bukan hanya sebatas proses penerimaan murid baru, tetapi menjadi pintu masuk dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Bali unggul serta mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.