POSMERDEKA.COM,DENPASAR – Kontingen Kota Denpasar keluar sebagai juara umum dalam Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Bali Tahun 2026, yang diselenggarakan pada 7–9 Juli 2026. Hajatan multievent bagi pelajar disabilitas ini mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yaitu para-atletik, para-bulutangkis,para-boccia, para-catur, para-tenis meja, para-renang, dan para-panjat dinding.
Kontingen Denpasar mengoleksi 22 emas, 11 perak, dan 9 perunggu. Prestasi gemilang tersebut diumumkan pada acara penutupan Peparpeprov Bali 2026 di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Piala juara umum diserahkan Staf Ahli Gubernur Bidang Permukiman dan Sarana Prasarana Wilayah, Tjok Bagus Pemayun, sekaligus menutup Peparpeprov Bali 2026.
Di bawah Denpasar, posisi kedua di susul Kabupaten Badung 13 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Kemudian Buleleng 11 emas, dan 6 perak. Keberhasilan kontingen Denpasar meraih juara umum ini semakin mengukuhkan dominasi Denpasar sebagai barometer pembinaan olahraga disabilitas pelajar di Bali.
Kontingen Ibu Kota Provinsi Bali itu menjadi yang terbaik di sejumlah cabang, seperti para-atletik mempersembahkan 13 emas, cabor para-renang memperoleh 6 emas, selanjutnya para-boccia 1 emas, dan para-panjat dinding 2 emas. ‘’Atlet Denpasar melakukan persiapan khusus menghadapi Peparpeprov 2026. Dan, tercatat sejak tahun 2016, Denpasar selalu juara umum Peparpeprov Bali,’’ kata Ketua National Paralympic Committeeof Indonesia (NPCI) Kota Denpasar, Ketut Gede Rahadi Diana Putra.
Sementara itu, Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengucapkan selamat atas juara umum yang diraih NPCI Kota Denpasar dalam Peparpeprov Bali 2026. Menurut dia, pengembangan olahraga difabel memerlukan komitmen dan kesungguhan, agar dapat meningkatkan kualitas pembinaan jangka Panjang.
‘’Ini membuktikan bahwa orang penyandang disabilitas memiliki kelebihan daripada orang normal,’’ ungkapnya; didampingi Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, I Wayan Eka Apriana.
Ia juga menegaskan, apa yang dilakukan penyandang disabilitas belum tentu bisa dilaksanakan untuk orang normal. Pihaknya mengajak seluruh stakeholder olahraga di Kota Denpasar, untuk bersama-sama membangun prestasi olahraga disabilitas tingkat pelajar. ‘’Untuk itu saya ucapkan terima kasih karena telah banyak memberikan prestasi untuk Kota Denpasar,’’ pungkasnya. tra























