Sekda Karangasem Monitoring Pengerjaan Ruas Jalan Sibetan-Kuta Bali

  • Whatsapp
SEKDA Sedana Merta, melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan peningkatan ruas jalan penghubung Desa Sibetan- Kuta Bali, Kamis (12/11/2020). Foto: ist
SEKDA Sedana Merta, melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan peningkatan ruas jalan penghubung Desa Sibetan- Kuta Bali, Kamis (12/11/2020). Foto: ist

KARANGASEM – Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan peningkatan ruas jalan penghubung Desa Sibetan-Kuta Bali, Kamis (12/11/2020). “Berhubung tidak ada Wakil Bupati yang sedang cuti (mengikuti pilkada), sesuai dengan pengawasan pembangunan, kami harus ambil alih kegiatan pembangunan yang strategis sesuai batas waktu yang ditentukan,” jelas Sedana.

Peninjauan itu, sebutnya, untuk memastikan pelaksanaan pengerjaan infrastruktur jalan antardesa yang sedang digarap itu berjalan sesuai rencana, sehingga akses jalan ke desa-desa tersebut layak. Jalan alternatif penghubung itu diharap tidak hanya masyarakat sekitar, tapi merupakan penghubung desa sekitar seperti Desa Rendang di Kecamatan Selat. “Akses jalan potong ini memungkinkan menuju Kecamatan Bebandem atau Ibukota lebih cepat,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh diutarakan, jalan ini sebelumnya sempit dan kurang standar. Karena itu, tokoh adat bersama pengurus desa bersinergi dengan Kadis PU bersama jajaran serta rekanan pemenang kegiatan memutuskan melebarkan akses jalan. Dalam monitoring tersebut, Sedana Merta juga mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat sekitar dalam pemeliharaan jalan. Tanpa dukungan masyarakat, imbuhnya, pembangunan tidak akan berjalan baik dan lancar. 

Kadis PU Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa, melaporkan, perkembangan pengerjaan kegiatan berjalan 53 persen, atau lebih cepat 18 persen dari target 35 persen. Sesuai surat perintah kerja, penggarapan dimulai 27 Agustus 2020 dan berakhir sesuai dengan kontrak pada 14 Desember 2020. “Jika terjadi keterlambatan pengerjaan, pihak pelaksana kerja yakni PT Arsa Buana Manunggal akan dikenakan denda,” tegasnya. 

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 34, Positif Bertambah 15 Orang

Secara umum, urainya, pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pekerjaan utama dengan membuat jalan sepanjang 3.906 meter dengan lebar empat meter. Pelebaran jalan dengan kondisi eksisting aspal memiliki lebar rata-rata 3 meter dan akan dilebarkan 0,5 meter di kedua sisi, sehingga lebar akhir jalan aspal menjadi 4 meter. Pelebaran dilakukan dengan penggalian sedalam 20 cm, dan dipasang agregat A yang dipadatkan sampai kepadatan yang dipersyaratkan. 

Selain Pelebaran, agregat A juga dilaksanakan di beberapa titik dengan peninggian elevasi jalan setebal 15 cm. Sebelum itu jalan ditimbun dengan agregat pilihan dan ketebalan sesuai rencana peninggian. Di beberapa titik juga dilakukan penghamparan laston lapis antara (AC-BC) dengan ketebalan 6 cm padat. Tahap akhir pengerjaan aspal menggunakan laston lapis aus (AC-WC) dengan ketebalan 4 cm. Kegiatan di bawah pengawas konsultan CV Cahaya Desain ini, ulasnya, akan digarap dengan pekerjaan pendukung lain. Yang dimaksud meliputi  galian tanah, pasangan mortar (saluran dengan pasangan batu kali), pasangan dinding penahan tanah, ditambah pelat deker, pekerjaan campuran aspal, penebangan pohon dan lainnya. 017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.