GIANYAR – Saba Yowana Desa Adat Bona yang diwakili Sekaa Gong Bala Anyar Desa Adat Bona, akan nengikuti Lomba Baleganjur yang digelar virtual oleh Komunitas Seni Saptana Jagaraga Singapadu. Dalam lomba tersebut, akan menampilkan tabuh Niwatakawaca.
Ketua Saba Yowana Desa Adat Bona, Gusti Ngurah Adi Prayoga, Kamis (17/2/2022) mengatakan, mengikuti lomba itu sebagai wahana menumbukan kreativitas yowana. “Ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas Saba Yowana pada masa pandemi,” jelasnya.
Penata tabuh Kadek Alit Suparta menambahkan, dia diminta membuat tabuh untuk mengikuti lomba. Karena lomba baleganjur terkait penggarapan ogoh-ogoh, akhirnya dia membuat tabuh Niwatakawaca. “Tabuh itu terinspirasi dari kisah Niwatakawaca,” tuturnya.
Niwatakawaca berkisah tentang raksasa bernama Niwatakawaca yang sangat sakti, merusak istana para dewa. Arjuna ditugaskan membunuhnya, tapi Arjuna tidak mampu membunuh karena kasaktian Niwatakawaca luar biasa. Dikirimlah Dewi Supraba untuk menggoda.
Melihat kecantikan Dewi Supraba, Niwatakawaca sangat ingin mengawininya. Dewi Supraba mau dikawini tapi dengan syarat diberitahukan rahasia kesaktiannya. Karena tertarik dengan Supraba, Niwatakawaca membocorkan letak kesaktiannya yang ada di pangkal lidah. Arjuna yang terus mengintai mendengar letak rahasia kesaktian Niwatakawaca. Pada saat Niwatakawaca tertawa, dipanahlah pangkal lidahnya oleh Arjuna hingga mati.
Bendesa Adat Bona, I Gusti Ngurah Yasa, berjanji mendukung penuh segala kreativitas Saba Yowana di desanya. “Kami akan dukung kegiatan secara penuh, asalkan kegiatannya positif,” tegasnya. adi























