Razia Prokes di Sanur Kaja Jaring Delapan Pelanggar

  • Whatsapp
ANGGOTA TNI memberi edukasi prokes kepada pengunjung di kawasan Pantai Sanur wilayah Desa Sanur Kaja, Kota Denpasar, Senin (2/11/2020) pagi. Foto: ist
ANGGOTA TNI memberi edukasi prokes kepada pengunjung di kawasan Pantai Sanur wilayah Desa Sanur Kaja, Kota Denpasar, Senin (2/11/2020) pagi. Foto: ist

DENPASAR – Tim gabungan yang terdiri TNI/Polri, Dishub, Satpol PP, Linmas, Satgas Gotong Royong Desa Sanur Kaja menggelar razia penegakan hukum Pergub Bali No. 46 Tahun 2020 dan Perwali Kota Denpasar No. 48 Tahun 2020 pada Senin (2/11/2020) pagi. Kegiatan menyasar dua titik yakni kawasan Simpang Hang Tuah – Grand Bali Beach dan kawasan Pantai Sanur.

Kasat Ops Amanusa II Polresta Denpasar, Iptu AA Putu Wisamara Putra, mengatakan, kegiatan ini mengecek langsung ke lapangan aktivitas masyarakat serta kedisiplinan dan penerapan prokes untuk memutus penyebaran Covid-19. Dalam razia kali ini, sebanyak 8 orang terjaring lantaran tidak menerapkan standar protokol kesehatan (prokes) dengan benar. Tujuh orang di antaranya diganjar denda sesuai Pergub Bali karena tidak memakai masker, sedangkan satu orang diberikan teguran simpati karena memakai masker yang tidak tepat.

Bacaan Lainnya

Perbekel Desa Sanur Kaja, I Made Sudana, menjelaskan kegiatan penegakan hukum (yustisi) terkait Pergub No. 46 Tahun 2020 dan Perwali No. 48 Tahun 2020 serta pendisiplinan kepada masyarakat di wilayah Desa Sanur Kaja dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru. Razia dilaksanakan dengan mengecek prokes kepada pedagang, pengendara, masyarakat, dan pengunjung kawasan Pantai Sanur.

Baca juga :  Polsek Busungbiu Bubarkan Balapan Liar, Polisi Panggil Ortu dan Guru untuk Pembinaan

Menurut Sudiana, dari pelaksanaan operasi yustisi kali ini, kesadaran masyarakat untuk menerapkan prokes yakni menggunakan masker, sudah mulai meningkat. Ia menekankan, dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 diperlukan kerja sama seluruh pihak terkait utamanya masyarakat. “Masyarakatlah yang menjadi garda terdepan, dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan adalah kunci utama. Tetap produktif, tapi protokol kesehatan wajib,” tegasnya. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.