POSMERDEKA.COM, DENPASAR – KONI Denpasar kembali melayangkan pujian terhadap kinerja Askot PSSI Denpasar dibawah pimpinan AA. Ngurah Garda Candra Gupta yang berhasil membawa cabor sepakbola Denpasar sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/2022.
Pujian itu dilayangkan Ketua Bidang Organisasi KONI Denpasar Made Raka, saat membuka Kongres Biasa Askot PSSI Denpasar yang digelar di aula lantai Dua Hotel Kepundung Denpasar, Minggu (20/8/2023). Made Raka mewakili Ketua Umum KONI Denpasar IB. Toni Astawa yang berhalangan hadir karena ada pekerjaan lain yang tidak bisa ia ditinggalkan.
Meski tidak bisa hadir, Toni Astawa sebelumnya memuji tim sepakbola Denpasar yang meraih medali emas pada Porprov Bali XV/2022. Ia mengaku sangat puas, raihan emas cabor paling bergengsi itu setidaknya ”menodai keperkasaan” kontingen Badung sebagai juara umum Porprov Bali XV.
Sebagaimana diketahui, dari tiga medali emas yang diperebutkan PSSI pada hajatan Porprov Bali XV, Denpasar sukses merebut 2 emas yakni di cabang sepakbola pantai (beach soccer) dan sepakbola lapangan besar. Sementara di cabor futsal, Denpasar harus puas dengan medali perak setelah di final dikalahkan Badung.
”Prestasi di Porprov Bali XV sekaligus mengembalikan kejayaan Denpasar sebagai baromoter persepakbolaan Bali. Mudah-mudahan prestasi ini bisa dipertahankan pada Porprov mendatang,” harap Made Raka optimistis.
Made Raka juga menekankan hal penting dalam kongres PSSI Denpasar, terutama dalam agenda pemilihan pengurus baru dengan moto Vasudhaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara). Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar terjadi, tetapi tetap dalam koridor persaudaraan.
”Semoga melului kongres biasa Askot PSSI Denpasar ini, dapat melahirkan program kerja yang lebih terarah dan pengurus yang terpilih bisa membawa persepakbolaan Denpasar lebih baik lagi,” harapnya.
Kongres Biasa Askot PSSI Bali juga dihadiri Ketua Umum Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana bersama Sekretaris Umumnya Dewa Teges. Dalam sambutannya, Suardana juga menyebutkan Kota Denpasar layak menyandang baromometer persepakbolaan di Bali.
Karena, selain sukses jadi juara umum Porprov Bali, Denpasar juga berprestasi di level kelompok usia dan ini artinya Askot PSSI Denpasar cukup berhasil dalam hal pembinaan pemain usia dini. Bahkan di level senior, Denpasar melalui Perseden sukses hatrick alias tiga kali juara beruntun Liga 3 Zona Bali.
”Sebagai juara Porprov Bali XV tahun 2024, Denpasar juga berhak mewakili Bali dalam agenda pra-PON atau Babak Kualifikasi (BK) PON 2024 yang akan direncanakan dihelat pada September 2023,” ungkap Suardana.
Suardana menyebutkan, klub-klub anggota Asprov PSSI Bali termasuk yang dibawah naungan Askab/Askot PSSI se-Bali masih di ranah amatir (Liga 3) yang dinilai kurang mendapat perhatian PSSI Pusat. “Jadi tugas kita adalah mempersiapkan pemain-pemain muda berbakat untuk nantinya dipakai Liga 2 maupun Liga 1 bahkan untuk tim nasional (Timnas),” imbuhnya.
”Nyatanya kita cukup sukses dalam pembinaan pemain usia dini, terbukti saat seleksi Timnas U-17 ada 12 pemain Bali lolos seleksi awal bahkan jadi rekor terbanyak jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia,” tambah pria asal Ubud ini.
Suardana menegaskan, salah satu kendala dalam urusan sepakbola Bali adalah masalah dana. Termasuk bicara soal subsidi dari PSSI Pusat, ia menyebutkan hingga kepemimpin Erick Tohir, PSSI Bali belum pernah tersentuh bantuan. ”Inilah kendala kita selama ini,”’ pungkasnya.
Ketua Panitia Kongres Biasa Askot PSSI Denpasar Made Witarka, menguraikan, selain agenda utama pemilihan pengurus baru untuk masa bakti lima tahun ke depan, kongres biasa ini juga membahas program kerja serta menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan pengurus sebelumnya.
Kongres diikuti 20 klub anggota Askot PSSI Denpasar serta dua asosiasi wasit dan pelatih. ”Jadi total ada 22 votter yang memiliki hak suara dalam pemilihan ketua umum. Namun dari 20 klub itu, tiga tidak hadir yakni Bhineka Ubung Kaja, RBC dan Poska,” pungkas Witarka. yes























