PVF Bangkitkan Lagi Seniman-Sanggar di Penglipuran

  • Whatsapp
PENGLIPURAN Village Festival (PVF) kembali digelar, setelah dibuka resmi Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, Selasa (7/12/2021). Foto: ist

BANGLI – Dua tahun vakum, Penglipuran Village Festival (PVF) kembali digelar dengan dibuka resmi Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, Selasa (7/12/2021).

Acara di Bale Adat Penglipuran itu dihadiri Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; Wakil Bupati I Wayan Diar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ketua Dekranasda Bangli, Sariasih Sedana Arta; dan anggota Forkopimda Bangli.

Bacaan Lainnya

Panitia PVF, I Nengah Sudibia, berkata latar belakang PVF untuk melestarikan kearifan lokal. Terbukti ketika dilangsungkan sejak tahun 2013, sanggar kesenian mulai hidup dan generasi muda Penglipuran mulai mau belajar menari. “Sejak ada festival ini, kreativitas generasi muda mulai bangkit,” katanya.

Selain itu, sebutnya, kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia berharap ada peningkatan jumlah kunjungan, perekonomian masyarakat, dan peningkatan PAD Kabupaten Bangli.

PVF tahun ini mengambil tema “Green Destination Berbasis CHSE yaitu clean, health, safety, and environment sustainability” atau “Mewujudkan destinasi hijau yang ramah lingkungan dengan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan.

Festival tahun ini diisi pelbagai lomba dan parade budaya kearifan lokal Penglipuran, yakni paradenilem, ngusaba bantal, ngaturang utpeti , barong ngelawang serta fragmentari gugurnya pahlawan Bangli, Anak Agung Anom Mudita. “Kami juga menggelar pameran produk UMKM dan pameran bonsai,” sambungnya.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Bertambah, Diskes Klungkung Ingatkan Hati-hati Terapkan Tatanan Hidup Baru

Bupati Sedana Arta dalam sambutannya mengatakan, Penglipuran adalah desa wisata terbaik di Bangli. Berbagai predikat nasional dan internasional diraih desa ini. “Desa Wisata Penglipuran juga menyabet predikat sebagai salah satu desa terbersih di dunia, dan Sustainable DestinationTop 100 versi Green Destination Foundation,” sebutnya.

Pemilihan tema “Green Destination Berbasis CHSE” pada tahun ini, dinilai sangat tepat dalam situasi pariwisata di tengah pandemi Covid 19; faktor kesehatan dan keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam industri pariwisata.

Sebab, penerapan protokol kesehatan (prokes) dan keamanan ketat dalam destinasi wisata menjadi syarat mutlak saat ini. “Lewat event ini, kita harap tahun industri pariwisata akan bangkit kembali, sehingga perekonomian masyarakat kembali pulih,” ulasnya.

Rizki Handayani Mustafa menambahkan, dalam kondisi pandemi ini, instansinya tetap mendorong ada festival masyarakat, tapi tetap menerapkan prokes secara ketat. PVF juga diharap dapat membangkitkan semangat masyarakat. Jadi, masyarakat bisa beradaptasi dan tetap bisa berinovasi dengan kondisi saat ini.

Disinggung target kunjungan wisman, dia berujar tidak menarget apa-apa. Yang lebih diutamakan adalah bagaimana membangkitkan semangat masyarakat dan belajar melaksanakan event ke depan. “Diperkirakan dua hingga tiga tahun ke depan prokes masih harus dilakukan, karena ancaman pandemi masih ada,” pesannya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.