POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sebanyak 55 atlet berkompetisi pada Kejuaraan Gimnastik Wali Kota Cup XVI tahun 2026 di GOR Yowana Mandala Tembawu, Sabtu (21/2/2026) s.d Minggu (22/2/2026). Kejuaraan dibuka Wakil Ketua I KONI Denpasar, I Made Raka.
Made Raka mengapresiasi terselenggaranya Kejuaraan Gimnastik Wali Kota Cup XVI tahun 2026. Ini membuktikan klub gimnastik di Kota Denpasar tetap hidup dan berkembang.
Ia mengingatkan, Pengkot Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Denpasar, harus terus berbenah untuk meningkatkan proses pembinaan prestasi dan pengembangan olahraga senam. ‘’Cabor gimnastik atau senam merupakan ibunya olahraga, tapi kami akui gimnastik bukan merupakan olahraga yang merakyat karena mahalnya biaya peralatan,’’ ujarnya, sembari berharap gimnastik bisa dipertandingkan pada Porprov Bali 2027.
Ketua Panitia Pelaksana, Anak Agung Gede Jagadhita Pemayun, dalam laporannya mengatakan, kejuaraan ini digelar sebagai wadah pembinaan atlet usia dini secara berkesinambungan dalam upaya menggali potensi bibit atlet gimnastik Kota Denpasar. Menurutnya, pembinaan olahraga prestasi memerlukan proses yang terencana, bertahap, dan berkelanjutan.
“Regenerasi atlet menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan prestasi cabang olahraga, khususnya cabang olahraga gimnastik. Tanpa adanya pembinaan yang sistematis, akan terjadi kesenjangan kualitas antara atlet senior dan atlet muda sebagai generasi penerus” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Jagadhita Pemayun, cabang olahraga gimnastik memerlukan perhatian khusus karena tingkat kesulitannya yang sangat tinggi serta masih terbatasnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga ini. Oleh karena itu diperlukan upaya yang berkesinambungan melalui penyelenggaraan kompetisi rutin sebagai sarana pembinaan, evaluasi hasil latihan, serta penjaringan bibit atlet potensial sejak usia dini.
Disebutkan, kejuaraan diikuti atlet yang berasal dari sejumlah klub senam anggota FGI Kota Denpasar yang tersebar di empat kecamatan di Kota Denpasar. Hari pertama kejuaraan digelar kompetisi kelompok umur 1-3 putra dan putri, dan hari kedua digelar kompetisi kelompok umur 4-5 putra dan putri.
Jagadhita Pemayun berharap, dengan penyelenggaraan kompetisi yang konsisten, Kota Denpasar dapat menjadi barometer atlet berprestasi secara nasional. ‘’Kejuaraan ini harus diapresiasi karena bisa menciptakan kader berprestasi baik pada skala lokal, nasional, bahkan internasional. Pembinaan tidak bisa instan, harus konsisten. Semoga dari kejuaraan ini bisa muncul atlet potensial asli Kota Denpasar. Harapan ke depan tentunya nanti para atlet dengan prestasinya membawa Kota Denpasar berprestasi pada Porprov dan event lainnya,’’ pungkas Jagadhita Pemayun. tra
























