DENPASAR – Lelah panitia peringatan Bulan Bung Karno tahun 2020 terbayar dengan pujian dari Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster. Yang istimewa karena aneka lomba diselenggarakan saat pandemi Covid-19 melanda Bali. “Ini luar biasa dibandingkan tahun sebelumnya karena pada masa pandemi. Saya harap tahun depan lebih baik lagi,” pesannya saat menutup rangkaian kegiatan di aula sekretariat DPD PDIP Bali, Selasa (30/6/2020).
Kreativitas generasi muda yang mengikuti lomba vlog, musikalisasi puisi sampai melukis juga diapresiasi. Tak lupa dia berpesan kepada kader untuk menjaga kedaulatan pangan, dengan menjalankan urban farming (pertanian urban) dengan memanfaatkan lahan kosong. “Lanjut terus supaya dijadikan gaya hidup dan disiplin hidup di masyarakat, dimulai dari kader. Saya mengajak ini bukan sekadar formalitas, tapi betul-betul manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah tujuan kita ikut di partai ini,” tegasnya.
Kepada para juara lomba yang hadir menerima hadiah, dia berharap mereka dapat menikmati manfaat kegiatan partainya tersebut. Pun mengingatkan agar menjauhi judi, narkoba dan perbuatan negatif lainnya.
Koordinator Umum Panitia Pelaksana Peringatan Bulan Bung Karno, Dewa Made Mahayadnya, terlihat semringah usai semua peserta bubar. “Ahh selesai juga akhirnya, sudah hilang beban ini,” celotehnya seraya kedua tangannya seperti hendak mencengkeram kepala. “Nah, sekarang ayo kita makan dulu,” sambung Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali dengan nama akrab Dewa Jack itu sambil terkekeh.
Legislator Ketut “Boping” Suryadi juga terlihat puas dengan gempita acara tersebut. Apalagi dia didaulat tampil menyanyi tiga lagu bertema kritik sosial di hadapan hadirin. Sebelum Boping, Putri Suastini Koster dengan penghayatan eskpresi dan suara juga menampilkan kepiawain membaca puisi berjudul “Agustus”. Puisi ini menceritakan tentang suasana bulan Agustus 1945 di rumah Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Rumah itu dihuni anak manusia bernama Bung Karno.
Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Dewa Jack memaparkan aneka kegiatan yang dilakukan mulai 1 Juni 2020 dengan upacara bendera Hari Lahir Pancasila di semua kantor DPC PDIP di Bali. Disusul bakti sosial dengan membagikan 30 ton beras secara serentak di seluruh Bali pada 6 Juni. Ada juga sosialisasi pengolahan bahan pangan lokal Bali secara virtual berdasarkan resep Mustika Rasa Warisan Bung Karno, dengan menggandeng Indonesian Chef Association (ICA) Bali.
Untuk ketahanan pangan, jelasnya, seluruh DPC PDIP menggalakkan pertanian urban kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Bali yang menyiapkan bibit tanaman sayur, cabai, tomat, dan lain-lain. Sementara dalam menjaring kreativitas generasi muda, PDIP membuat lomba melukis dengan tema Bung Karno yang diikuti ratusan pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK.
Ada lomba vlog untuk membangun kesadaran masyarakat Bali menaati protokol kesehatan melibatkan sekaa teruna dan Satgas Covid-19. Kemudian lomba pidato, dan lomba musikalisasi puisi Bung Karno yang diikuti secara virtual. “Musikalisasi puisi merupakan satu upaya dapat mendekatkan puisi Bung Karno kepada khalayak luas, tidak hanya peminat sastra,” tandasnya. hen/bro
























