POSMERDEKA.COM, BANGLI – Desa Adat Batur melaksanakan upacara Bakti Pangodal serangkaian Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Rabu (1/4/2026). Seluruh pratima dan pralingga Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur diturunkan dari palinggih untuk distanakan di Jero Agung (Bale Pangaruman). Rangkaian Ngusaba Kadasa tahun Saka 1948 ini berlangsung sejak 20 Maret hingga 16 April mendatang, dengan puncak upacara dilaksanakan tepat pada Purnama Kadasa, Kamis (2/4/2026).
Sehari sebelumnya, Rabu (1/4/2026) dilangsungkan upacara mapapada wewalungan untuk menyucikan bahan upakara. Pada puncak karya, prosesi dilanjutkan dengan Mapapada Agung di mana Ida Bhatara Gede Ngurah Kepasekan dan I Ratu Ngurah Subandar turun mengelilingi parahyangan, pawongan, dan palemahan Desa Pakraman Batur diiringi 50 baleganjur.
Manggala Karya Ngusaba Kadasa, Jero Gede Batur Duuran, menjelaskan, ritual ini merupakan perwujudan menjaga kesuburan sebagaimana tertuang dalam teks tradisional Usana Bali dan Rajapurana. Ida Bhatari Dewi Danu yang berstana di hulu Danau Batur diyakini memegang mandat menjaga unsur prakerti (material) Pulau Bali.
“Ida Bhatari Batur akan nyejer selama 11 hari. Silakan umat memanfaatkan waktu tersebut untuk bersembahyang dan memohon tuntunan agar Bali senantiasa damai,” ujar Jero Gede.
Terkait kelancaran arus, dia menyebut panitia telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pararem khusus. Jero Penyarikan Duuran Batur menegaskan imbauan untuk meminimalisasi sampah plastik selama prosesi berlangsung.
“Kami tidak lagi menyediakan plastik untuk memohon tirta. Para bakta dimohon membawa sendiri tempat tirta yang bisa dipakai berulang kali,” pesannya mengingatkan.
Seluruh rangkaian akan dipungkasi dengan prosesi Ida Bhatari mesineb pada Minggu (12/4/2026), dilanjutkan perjalanan menuju Pura Dalem Balingkang sebelum akhirnya ngantukang ke luhur pada Senin (13/4/2026). gia
























