DENPASAR – Bali pernah memiliki I Gede Siman Sudartawa, perenang andalan skala nasional dan regional. Usai Siman menyeberang ke DKI Jakarta, belum ada lagi perenang Bali menyaingi prestasinya.
Hal itu menjadi fokus perhatian Ketua Umum Pengprov PRSI Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, saat menerima audiensi dengan para atlet yang masuk Pelatda PON Papua 2021.
“Kami ingin melahirkan Siman-Siman baru, dengan prestasi yang sekurang-kurangnya bisa mengejar catatan Siman di skala nasional, syukur-syukur tingkat SEA Games,” katanya usai pertemuan, Jumat (5/3/2021).
Ardhana berkata tidak mau atlet mendapat beban moral dalam berlatih. Karena itu, dia berjanji akan mengupayakan optimal dukungan bagi atlet mulai pemusatan latihan sampai bertanding kelak. Sembilan atlet renang tersebut akan mengikuti Pelatda terpusat di kolam renang Tirta Arum Blahkiuh, Badung.
Secara moral, cetusnya, dia menyuntik dukungan moral dengan menyemai kebanggaan bagi para perenang tersebut karena mendapat kesempatan membela Bali di pentas nasional. Banyak atlet renang ingin mencicipi kesempatan berlaga di PON, tapi hanya sembilan orang itu saja yang lolos.
“Tityang (saya) minta mereka agar memanfaatkan momentum ini untuk mencatatkan nama mereka pribadi di sejarah olahraga aquatic Bali,” ucap Ketua Komisi III DPRD Bali tersebut.
Saat silaturahmi, tuturnya, hanya hadir tujuh orang diantar kepala tim pelatih, Wayan Wiarta; dan dua pelatih lainnya yakni Gede Meiga dan Putu Era. Dua atlet berhalangan hadir karena usai operasi dan satunya lagi latihan di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Ardhana berkata tim PON memaparkan rencana persiapan yang awalnya Pelatda terpisah, sekarang menuju PON pada bulan Oktober akan mulai Pelatda terpusat di kolam renang Blahkiuh.
Sebagai Ketua Umum Pengprov PRSI yang baru, Ardhana mengaku sangat berharap semua perenangnya pulang membawa medali. Dia tak memungkiri harapan itu terkesan kurang realistis, mengingat sengitnya kompetisi di cabor renang.
Belum lagi catatan medali renang Bali pada PON sebelumnya sangat minor, hanya satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Itu pun diperoleh dari mengirim 13 perenang, sedangkan PON tahun ini hanya sembilan orang.
“Iya, KONI memberi target tetap seperti hasil PON lalu, tapi kami memasang target semua bisa membawa medali, tentunya emas, dengan penekanan dukungan kami secara moral dan material. Secara material kami akan mengupayakan donasi pihak ketiga yang peduli dengan renang. Sekurang-kurangnya target kami adalah bisa sama atau sedikit meningkat dibanding PON lalu,” tegas politisi PDIP itu.
Disinggung latih tanding, karena alasan pandemi, Ardhana berujar tidak akan melakukan try out, tapi try in. PRSI Bali yang mengundang perenang dari provinsi lain datang ke Bali untuk latih tanding. “Kami cuma minta atlet fokus berlatih saja, nggak usah mikirin urusan lain. Urusan lain-lain biar kami yang memikirkan,” pungkasnya. hen























