Jalan Penghubung Dua Desa di Tembuku, Bangli Jebol Lagi

  • Whatsapp
JALAN penghubung Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan dengan Banjar Bangkiangsidem, Desa Bangbang, kembali jebol akibat tergerus air hujan. Foto: gia
JALAN penghubung Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan dengan Banjar Bangkiangsidem, Desa Bangbang, kembali jebol akibat tergerus air hujan. Foto: gia

BANGLI – Air hujan lagi-lagi jadi penyebab kerusakan infrastruktur jalan di Bangli, khususnya di wilayah Kecamatan Tembuku. Salah satunya ruas jalan yang menghubungkan Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan dengan Banjar Bangkiangsidem, Desa Bangbang. Jalan yang ambrol di sebelah timur SD Negeri Peninjoan, yang menyebabkan kendaraan yang lewat harus ektra hati-hati. Jika sebelumnya hanya bahu jalan jebol, sekarang sepertiga badan jalan ikut ambrol.

Dari informasi yang diperoleh, jebolnya jalan di Banjar Pulasari Kawan itu terjadi  sekitar Desember 2020 lalu, tapi derasnya hujan sepekan terakhir menyebabkan kerusakan meluas. Jalan yang jebol panjangnya sekitar 3 meter dengan lebar 1,5 meter. Ambrolnya jalan tersebut akibat debit air hujan melebihi kapasitas gorong-gorong ke drainase dari dua Dusun Pulasari Kawan dan Pulasari Kangin. Dinding penahan tanah di utara jalan dengan ketinggian kurang lebih 8 meter amblas.

Bacaan Lainnya

Kepala Dusun Pulasari Kawan, I Wayan Kardiyasa, Minggu (7/3/2021) menjelaskan, jebolnya jalan itu terjadi sejak Desember 2020 di bagian dinding penahan tanah saja. “Sebenarnya sudah dari dulu tergerus karena terus diguyur hujan, jadinya ambrol. Dalam dua bulan terakhir ini sudah dua kali jebol,” jelasnya.

Dia mendaku kembali melaporkan kondisi itu ke Perbekel, yang sudah ditindaklanjuti dinas terkait dan sempat diukur. Akibat ambrolnya jalan itu, saat ini warga yang melintas harus ekstra hati-hati. Jurang sedalam 10 meter menanti mereka yang tidak waspada.

Baca juga :  Pegiat Sastra Bali Modern “Keroyokan” Apresiasi SBM

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Bangli, I Wayan Suastika, yang dimintai konfirmasi membenarkan adanya kerusakan kembali jalan tersebut. Dia berkata jebolnyajalan itu sudah kembali dicek oleh pengamatan mandor Kecamatan Tembuku setelah laporan masuk. Yang jelas penyebabnya lantaran terus-menerus tergerus air hujan, dan di bawahnya ada saluran drainase membentang. “Saluran air itu harus diperbaiki, termasuk diperbaiki dinding penahan tanahnya,” kata dia memungkasi. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.